Foto MUI Malut saat melakukan oertemuan dengan Sherly Tjoanda
Ternate, SerambiTimur – Langkah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Maluku Utara mengadakan pertemuan tertutup dengan calon gubernur Sherly Tjoanda memicu kecaman keras dari publik. Tindakan ini dinilai tendensius dan menyiratkan kepentingan politis yang mencoreng independensi MUI sebagai lembaga keagamaan.
Ketua Front Aktivis Muslim Maluku Utara, Alan Ilyas, menyoroti pertemuan tersebut sebagai langkah yang bisa mengganggu kepercayaan publik terhadap MUI. Menurut Alan, MUI seharusnya menjaga jarak dari kandidat yang tengah berkontestasi, mengingat hal ini bisa dianggap sebagai bentuk dukungan terselubung kepada Sherly, seorang calon gubernur berlatar non-Muslim.
“Jika benar ingin bersilaturahmi, MUI harus adil dengan juga menemui semua calon, bukan hanya Sherly Tjoanda. Jangan sampai MUI dicurigai ‘bermain mata’ dengan salah satu kandidat,” ujar Alan.
Selain itu, ia juga meminta MUI Malut bersikap tegas terhadap isu sensitif terkait larangan memilih pemimpin non-Muslim, sebagaimana ditegaskan oleh fatwa MUI Pusat tahun 2016 yang didasari pada surah al-Maidah ayat 51.



















Tinggalkan Balasan