Uncategorized

Satu Panggung, Seribu Talenta: Pelajar Maluku Utara Isi Kemerdekaan Lewat Karya

Serambi Diterbitkan 19:24 WIT 3 menit membaca
Ukuran Teks:

SOFIFI, SerambiTimur — Semangat menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Maluku Utara tak hanya diwujudkan melalui upacara dan baris-berbaris. Ratusan pelajar memilih merayakannya lewat karya dan kreativitas dalam pentas “Satu Panggung Seribu Talenta” yang digelar di halaman Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Utara, Senin (11/8/2026).

Selama tiga hari, panggung tersebut menjadi ruang ekspresi bagi pelajar dari berbagai sekolah di hampir seluruh wilayah Maluku Utara. Mereka tidak sekadar hadir sebagai penonton, tetapi tampil menunjukkan bakat, kreativitas, sekaligus keberanian untuk berkarya di hadapan publik.

Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi Panitia Semarak HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Maluku Utara bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Utara.

Beragam pertunjukan menghidupkan panggung tersebut. Mulai dari pembacaan dan musikalisasi puisi, monolog, orasi, tarian tradisional, musik etnik, mendongeng, teater hingga pertunjukan komedi. Setiap penampilan membawa warna dan pesan tersendiri tentang semangat kebangsaan, budaya, serta kreativitas generasi muda.

Antusiasme yang ditunjukkan para pelajar menjadi bukti besarnya potensi seni dan kreativitas generasi muda Maluku Utara. Lebih dari sekadar pertunjukan, kegiatan ini juga menjadi ruang perjumpaan bagi para siswa untuk saling mengenal, berbagi pengalaman, melatih keberanian, sekaligus membangun kepercayaan diri.

Wakil Gubernur Maluku Utara, H. Sarbin Sehe, yang hadir menyaksikan langsung kegiatan tersebut, memberikan apresiasi kepada para pelajar serta seluruh pihak yang terlibat.

“Kita ingin memastikan setiap kegiatan positif yang tumbuh di tengah masyarakat mendapat ruang dan dukungan. Pemerintah hadir untuk membuka ruang itu, terutama bagi generasi muda untuk berkarya dan berkembang,” ujar Sarbin.

Menurutnya, mengisi kemerdekaan tidak harus selalu dilakukan melalui kegiatan formal. Seni dan kebudayaan juga menjadi salah satu cara generasi muda menunjukkan kecintaan terhadap daerah sekaligus bangsa.

“Perjuangan untuk meraih kemerdekaan tidaklah mudah. Karena itu, tugas kita hari ini adalah mengisinya dengan hal-hal yang positif, yang membangun, dan yang memberi manfaat,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku Utara, Abubakar Abdullah, mengatakan pentas tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memberikan ruang kepada generasi muda untuk mengenal, mencintai, sekaligus mengekspresikan budaya mereka.

“Kami ingin anak-anak muda memiliki ruang untuk mengenal, mencintai dan mengekspresikan budaya mereka. Antusiasme sekolah-sekolah yang hadir membuktikan bahwa potensi itu sangat besar dan tinggal kita berikan wadahnya,” ungkap Abubakar.

Ia berharap kegiatan serupa tidak berhenti pada momentum peringatan kemerdekaan. Menurutnya, pentas kreativitas pelajar perlu terus dikembangkan menjadi agenda rutin agar bakat dan potensi seni generasi muda Maluku Utara dapat terus diasah dan dilestarikan.

Dari puisi yang menggugah, musik yang memadukan warna daerah dengan sentuhan baru, tarian yang mewarisi gerak leluhur, hingga teater yang sarat pesan, “Satu Panggung Seribu Talenta” menunjukkan bahwa kemerdekaan dapat diisi dengan karya.

Di atas panggung itu, para pelajar Maluku Utara bukan hanya tampil. Mereka sedang menunjukkan bahwa generasi muda memiliki cara sendiri untuk merawat budaya, menumbuhkan kreativitas, dan meneruskan semangat kemerdekaan.

Tinggalkan komentar