Iskar Mansur
Ternate, Serambi Timur – Lembaga Swadaya Masyarakat LMR-RI Maluku Utara melontarkan kritik tajam terhadap Majelis Ulama Indonesia (MUI) Maluku Utara atas pertemuan kontroversialnya dengan Sherly Tjoanda, Calon Gubernur Maluku Utara nomor urut 4. Pertemuan ini menuai reaksi negatif dari publik, yang menilai MUI tidak menjaga jarak yang seharusnya dalam situasi Pilkada yang tengah berlangsung.
Sekretaris LMR-RI Maluku Utara, Iskar Mansur, menyayangkan keputusan MUI bertemu dengan salah satu calon di saat suhu politik meningkat. “MUI harus menjaga posisi netral, bukan malah menemui calon gubernur dan menciptakan kesan mendukung kandidat tertentu. Meskipun Sherly bukan dari kalangan muslim, pertemuan ini tetap salah dalam momentum Pilkada yang memanas,” tegas Iskar.
Lebih lanjut, Iskar mempertanyakan alasan MUI yang mencoba membenarkan pertemuan tersebut dengan dalih ingin bertemu semua kandidat Pilgub. “Alasan ini tidak bisa diterima. MUI adalah lembaga negara yang didanai publik, sehingga wajib menjaga netralitas dan menjauhi politik praktis. Kalau memang ingin terlibat dalam politik, lebih baik pengurus MUI mundur dan langsung terjun sebagai tim sukses atau masuk ke partai politik,” tandasnya.
Menurut LMR-RI, MUI lebih tepat jika memfokuskan diri pada upaya memperkuat harmoni antarumat beragama, bukan terlibat dalam pertemuan politik yang memicu kontroversi. “Lebih baik MUI fokus menjalin kerja sama lintas agama bersama organisasi seperti PGI, GMIH, atau Muhammadiyah, daripada terperangkap dalam agenda politik calon kepala daerah,” lanjutnya.
Dalam penutupnya, Iskar mengingatkan bahwa jika MUI terus mengambil langkah seperti ini, ada risiko besar kepercayaan umat Islam terhadap lembaga tersebut semakin terkikis. “Keterlibatan MUI dalam agenda politik berpotensi menghancurkan kredibilitasnya di mata umat Islam,” pungkasnya.



















Tinggalkan Balasan