TERNATE, SerambiTimur- Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Ternate, Dr. Rizal Marsaoly, menegaskan pentingnya memperkuat soliditas internal di lingkungan Dinas Kesehatan (Dinkes) sebagai fondasi utama dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang berkualitas bagi masyarakat.
Penegasan tersebut disampaikan Rizal saat memimpin apel pagi dalam agenda “Rabu Menyapa” yang digelar di halaman Kantor Dinas Kesehatan Kota Ternate, Rabu (22/7). Kegiatan itu diikuti Kepala Dinas Kesehatan beserta seluruh jajaran aparatur sipil negara (ASN), kepala puskesmas, hingga tenaga kesehatan di lingkungan Dinkes Kota Ternate.
Dalam arahannya, Rizal mengatakan kualitas pelayanan publik di sektor kesehatan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan individu, tetapi juga oleh kekompakan dan sinergi seluruh unsur di dalam organisasi.
Menurutnya, pelayanan kesehatan yang optimal hanya dapat terwujud apabila seluruh jajaran mampu membangun kerja sama yang solid dan memperkuat konsolidasi internal.
“Pelayanan kesehatan yang maksimal tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Kita butuh tim yang solid dan konsolidasi internal yang kuat agar setiap program kesehatan dapat dirasakan langsung dampaknya oleh masyarakat,” ujarnya.
Rizal juga mengingatkan bahwa sektor kesehatan memiliki peran strategis dalam memberikan pelayanan dasar kepada masyarakat. Karena itu, ia meminta agar kualitas pelayanan di seluruh Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) terus ditingkatkan.
Menurutnya, puskesmas merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan pemerintah daerah sehingga harus mampu memberikan pelayanan yang cepat, tepat, profesional, dan ramah kepada setiap warga.
“Puskesmas adalah wajah pelayanan kesehatan Pemkot Ternate. Sebagai fasilitas kesehatan tingkat pertama yang paling dekat dengan masyarakat, pelayanannya harus cepat, tepat, dan ramah,” tegasnya.
Selain meningkatkan kualitas pelayanan di fasilitas kesehatan, Rizal juga menginstruksikan seluruh jajaran Dinas Kesehatan agar tidak hanya menunggu masyarakat datang berobat.
Ia meminta tenaga kesehatan lebih proaktif turun langsung ke lapangan melalui pendekatan preventif dan promotif, seperti melakukan pemantauan kondisi kesehatan masyarakat, mengedukasi warga mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), memastikan sanitasi lingkungan tetap terjaga, serta memetakan potensi penyebaran penyakit sejak dini.
Menurut Rizal, pendekatan “jemput bola” menjadi langkah penting untuk memperkuat upaya pencegahan sekaligus memastikan pelayanan kesehatan menjangkau masyarakat secara lebih luas.
Melalui langkah tersebut, Pemerintah Kota Ternate berharap derajat kesehatan masyarakat dapat terus meningkat secara berkelanjutan, dimulai dari lingkungan keluarga hingga permukiman warga.















Tinggalkan Balasan