TERNATE, SerambiTimur – Pemerintah Kota Ternate kembali memperkuat komitmennya dalam memperluas perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan. Komitmen tersebut ditegaskan Wali Kota Ternate M. Tauhid Soleman saat memaparkan berbagai capaian dan strategi Pemkot dalam Tahapan Wawancara Penghargaan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (Jamsostek Award) 2026 Tingkat Provinsi Maluku Utara, Rabu (22/7).
Kegiatan wawancara dan penilaian ini merupakan bagian dari rangkaian Jamsostek Award 2026, yang diselenggarakan sebagai tindak lanjut Keputusan Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kesejahteraan Sosial Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penghargaan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Tingkat Provinsi.
Dalam pemaparannya, Tauhid Soleman mengungkapkan bahwa cakupan kepesertaan jaminan sosial ketenagakerjaan di Kota Ternate terus mengalami peningkatan hingga mencapai 73,45 persen. Capaian tersebut merupakan hasil dari konsistensi pemerintah daerah dalam memperluas perlindungan bagi berbagai kelompok pekerja.
Selama ini, Pemkot Ternate telah memberikan perlindungan kepada pekerja formal, tenaga honorer dan PTT, ketua RT/RW, imam masjid, serta ribuan pekerja rentan seperti pengemudi ojek, nelayan, petani, pedagang, hingga petugas kebersihan.
Kini, cakupan perlindungan itu kembali diperluas dengan menyasar sektor olahraga. Pemerintah Kota Ternate akan mengikutsertakan para atlet yang berlaga pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Maluku Utara di Halmahera Utara, atlet Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) di Pulau Morotai, serta para pelatih sepak bola dalam program BPJS Ketenagakerjaan.
Menurut Tauhid, kebijakan tersebut merupakan bentuk penghargaan sekaligus perlindungan terhadap para insan olahraga yang telah mengabdikan diri dan mengharumkan nama Kota Ternate di berbagai ajang kompetisi.
Dengan tingginya aktivitas dan risiko cedera dalam dunia olahraga, para atlet dan pelatih dinilai membutuhkan perlindungan melalui program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) agar dapat menjalankan aktivitasnya dengan rasa aman.
Langkah ini sekaligus memperkuat komitmen Pemerintah Kota Ternate dalam menghadirkan perlindungan sosial yang semakin inklusif dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk sektor yang selama ini belum tersentuh secara optimal.
Komitmen tersebut juga menjadi bagian dari implementasi visi pembangunan “Ternate Andalan Jilid II” di bawah kepemimpinan Tauhid Soleman–Nasri Abubakar, yang menitikberatkan pada pembangunan yang mandiri, berkeadilan, dan berpihak kepada masyarakat.
Melalui dukungan penganggaran APBD yang transparan, tepat sasaran, dan berkelanjutan, Pemerintah Kota Ternate optimistis dapat terus meningkatkan kualitas tata kelola perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan serta memastikan semakin banyak masyarakat memperoleh manfaat dari program tersebut.















Tinggalkan Balasan