Menu

Mode Gelap

Daerah · 8 Mar 2026 00:11 WIT ·

Usai Laga Malut United vs PSM, Wartawan Mengaku Diintimidasi dan Dipaksa Hapus Video


 Usai Laga Malut United vs PSM, Wartawan Mengaku Diintimidasi dan Dipaksa Hapus Video Perbesar

TERNATE, SerambiTimur – Insiden yang diduga sebagai bentuk intimidasi terhadap wartawan terjadi usai pertandingan BRI Super League antara Malut United FC dan PSM Makassar di Stadion Gelora Kie Raha.

Sejumlah jurnalis yang melakukan peliputan mengaku mendapat perlakuan tidak wajar dari seorang pria yang diduga merupakan official Malut United.

Insiden bermula ketika seorang wartawan dari Radio Republik Indonesia (RRI) Ternate mendokumentasikan perjalanan perangkat pertandingan setelah laga berakhir.

Namun aktivitas jurnalistik tersebut justru memicu reaksi dari pria yang diduga official tim, yang kemudian mengintimidasi wartawan tersebut serta memintanya menghapus rekaman video.

“Kamu wartawan, kamu harus hapus video itu,” teriak pria tersebut sambil memprovokasi sejumlah suporter yang berada di sekitar lokasi.

Tidak berhenti di situ, pria tersebut juga meminta petugas keamanan stadion untuk mengusir wartawan dari area tribun meskipun mereka telah menggunakan ID Card resmi dari Super League.

Situasi tersebut turut disaksikan pemilik utama Malut United FC, David Glen Oei. Dalam peristiwa itu, David juga mempertanyakan sikap wartawan yang melakukan peliputan.

“Kamu dari mana? Kalau dari Ternate kenapa tidak mendukung kami,” ucapnya kepada wartawan.

Pimpinan Halmahera Post, Firjal Usdek, yang berada di lokasi mengaku sangat kecewa atas perlakuan tersebut.

Menurut Firjal, posisi wartawan saat melakukan peliputan masih berada dalam area yang diizinkan dan sesuai dengan aturan peliputan pertandingan.

“Kami di tribun menggunakan ID Card yang lengkap, kami juga tidak keluar batas,” jelas Firjal yang juga Sekretaris Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Maluku Utara.

Ia menegaskan bahwa permintaan untuk menghapus rekaman video merupakan bentuk tindakan yang bertentangan dengan kebebasan pers sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999.

“Kami sangat kecewa atas tindakan yang kami terima malam hari ini,” ujarnya tegas.

Pertandingan sendiri berakhir tanpa pemenang setelah Malut United yang bertindak sebagai tuan rumah harus puas berbagi angka dengan PSM Makassar.

Artikel ini telah dibaca 15 kali

badge-check

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Gubernur Sherly Tjoanda Temui Menpora Erick Thohir, Bahas Masa Depan Gemilang Olahraga Maluku Utara

17 April 2026 - 17:50 WIT

Perjalanan Panjang Melawan Tumor Otak: NHM Peduli Dampingi Gadis Asal Halut hingga Pulih

17 April 2026 - 12:09 WIT

Kukuhkan Pemimpin Baru, Wali Kota Ternate Minta Perumda Ake Gaale Fokus Penuhi Tiga Aspek Layanan Utama

16 April 2026 - 14:16 WIT

Gubernur Serly Imbau Masyarakat Malut Siaga Gelombang Tinggi Hingga 2,5Meter

16 April 2026 - 09:47 WIT

Perkuat Barisan Birokrasi, Dua Pimpinan Tinggi dan 17 Pejabat Administrator Pemprov Malut Resmi Dilantik

15 April 2026 - 15:08 WIT

KPK Desak Kejati Usut Kebocoran Dana dan Dugaan KKN di Lingkungan Pemprov Malut

15 April 2026 - 14:48 WIT

Trending di Daerah