Menu

Mode Gelap

Daerah · 16 Apr 2026 09:47 WIT ·

Gubernur Serly Imbau Masyarakat Malut Siaga Gelombang Tinggi Hingga 2,5Meter


 Gubernur Serly Imbau Masyarakat Malut Siaga Gelombang Tinggi Hingga 2,5Meter Perbesar

SOFIFI, Serambitimur.id – Cuaca ekstrem diprediksi bakal melanda perairan di wilayah Maluku Utara. Menyusul keluarnya peringatan dini dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kelas I Baabullah, Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos, mengeluarkan imbauan resmi agar seluruh lapisan masyarakat tetap siaga dan waspada.

Berdasarkan edaran yang diterima, dalam kurun waktu 15 hingga 18 April 2026, sejumlah titik perairan di Maluku Utara berpotensi digulung gelombang tinggi yang berkisar antara 1,25 meter hingga mencapai 2,5 meter.

Menurut Gubernur Sherly, perubahan cuaca yang ditandai dengan intensitas hujan yang cukup tinggi disertai embusan angin kencang ini membawa risiko tersendiri. Mulai dari potensi kecelakaan transportasi laut hingga gangguan kesehatan bagi warga. Oleh sebab itu, ia meminta masyarakat untuk tidak lengah dan selalu memantau kondisi lingkungan sekitar.

“Utamakan keselamatan diri dan keluarga. Jangan memaksakan diri beraktivitas di luar atau melaut jika kondisi memang tidak memungkinkan,” ujarnya

Secara khusus, Gubernur perempuan pertama di Maluku Utara ini menyoroti nasib para nelayan yang menggantungkan hidup di laut. Ia menekankan pentingnya mengecek ramalan cuaca sebelum memutuskan menebar jaring. Pantauan terhadap tinggi gelombang menjadi kunci utama agar para pencari nafkah di laut terhindar dari bahaya.

“Tindakan pencegahan atau preventif ini adalah langkah paling bijak dan penting untuk meminimalkan risiko kecelakaan di tengah laut,” tegasnya.

Sebagai informasi, merujuk pada Surat Edaran BMKG Sultan Baabullah Nomor B/ME.01.05/PDGT/15/KTTE/IV/2026, wilayah yang berpotensi terdampak gelombang setinggi itu meliputi Perairan Morotai, Batang Dua, Loloda, hingga kawasan Gebe.

Fenomena alam ini dipicu oleh pola angin di wilayah utara Indonesia yang bergerak dari arah barat hingga utara dengan kecepatan mencapai 5-20 knot.

Untuk itu, Sherly mengingatkan agar masyarakat tidak menganggap remeh peringatan yang telah disampaikan. Peringatan dari BMKG maupun arahan instansi terkait hendaknya dijadikan acuan dalam beraktivitas, sehingga langkah mitigasi risiko bencana dapat berjalan efektif dan masyarakat tetap dalam keadaan aman.

 

 

 

 

 

 

Artikel ini telah dibaca 29 kali

badge-check

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pemkot Ternate Launching BSPS 2026, Warga Kastela Mulai Terima Bantuan Rumah Layak Huni

20 Mei 2026 - 16:23 WIT

Pemda se-Malut Sinkronkan Program Daerah dengan Asta Cita Presiden

20 Mei 2026 - 16:20 WIT

Sekda Ternate Dorong BP2RD Genjot PAD Lewat Digitalisasi

20 Mei 2026 - 09:44 WIT

Dugaan Perselingkuhan Risman Kembali Disorot, SEMMI Desak Gubernur Copot Kadis PUPR Malut

19 Mei 2026 - 16:19 WIT

Kasus Tunjangan DPRD Malut Rp139 Miliar Mandek, Kini Muncul Anggaran Perjalanan Dinas Rp46,3 Miliar

19 Mei 2026 - 15:04 WIT

SMMI Malut Desak Gubernur Copot Plt Kadis PUPR, Soroti Proyek Mangkrak Puluhan Miliar dan Dugaan KKN

19 Mei 2026 - 15:01 WIT

Trending di Hukum & Kriminal