TERNATE, SerambiTimur – Kesabaran warga Kelurahan Fitu, Kecamatan Ternate Selatan, mulai habis. Selama hampir dua pekan terakhir, layanan air bersih dari PDAM Ternate dikeluhkan karena hanya mengalir pada malam hari dan dalam durasi yang sangat terbatas.
Kondisi tersebut dinilai sangat merugikan masyarakat karena kebutuhan air terbesar justru terjadi sejak dini hari hingga malam hari untuk keperluan mandi, memasak, mencuci, hingga aktivitas rumah tangga lainnya.
Salah seorang warga, Rina, mengaku kecewa dengan pola distribusi air yang diterapkan PDAM. Menurutnya, pengaliran air pada malam hari tidak menjawab kebutuhan dasar masyarakat yang sebagian besar beraktivitas pada siang hari.
“Masyarakat paling banyak memakai air di siang hari. Tapi kenapa airnya hanya dialirkan malam hari? Padahal kami membutuhkan air mulai pukul 03.00 pagi hingga malam untuk mandi, memasak, mencuci, dan kebutuhan rumah tangga lainnya,” tegas Rina.
Kekecewaan warga semakin bertambah karena air yang dialirkan pada malam hari pun tidak berlangsung lama. Dalam beberapa kesempatan, air hanya mengalir sekitar satu hingga dua jam sebelum kembali mati.
“Masa air cuma jalan satu atau dua jam saja? Itu jelas tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” keluhnya.
Tidak hanya persoalan distribusi air, warga juga menyoroti ketidakseimbangan antara kewajiban pelanggan dan kualitas pelayanan yang diberikan PDAM. Mereka mengaku tetap membayar tagihan setiap bulan tepat waktu, bahkan dikenakan denda jika terlambat melakukan pembayaran.
Namun di sisi lain, pelayanan yang diterima dinilai jauh dari harapan.
“Kami selalu bayar tagihan setiap bulan. Kalau terlambat sedikit saja langsung dikenakan denda. Tapi pelayanan yang kami terima seperti ini. Jelas tidak adil dan sangat mengecewakan,” ujar Rina mewakili keresahan warga lainnya.
Warga Fitu mendesak PDAM Ternate untuk segera mengambil langkah konkret guna memperbaiki sistem distribusi air bersih. Mereka meminta pengaliran air dilakukan secara normal dan sesuai kebutuhan masyarakat, bukan hanya pada malam hari dengan durasi yang terbatas.
Bagi warga, akses terhadap air bersih bukan sekadar layanan, melainkan kebutuhan dasar yang harus dipenuhi secara layak. Karena itu, mereka berharap PDAM tidak hanya memberikan janji, tetapi segera menghadirkan solusi nyata agar pelanggan dapat menikmati haknya sebagai masyarakat yang telah memenuhi kewajiban pembayaran setiap bulan.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak manajemen PDAM Ternate belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan yang disampaikan warga Kelurahan Fitu.














Tinggalkan Balasan