TERNATE, SerambiTimur – Unjuk rasa ribuan mahasiswa yang tergabung dalam Organisasi Cipayung Maluku Utara dan Unkhair Bergerak di depan Kantor DPRD Kota Ternate berakhir ricuh, Senin (1/9/2025). Dua mahasiswa terpaksa dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami sesak napas dan patah kaki.
Kericuhan bermula saat massa aksi mendorong barisan aparat kepolisian yang berjaga ketat. Sekitar pukul 14.00 WIT, lemparan batu dari arah mahasiswa memicu reaksi aparat. Polisi kemudian menambah pasukan, menembakkan gas air mata, dan mengerahkan mobil water cannon untuk memukul mundur massa.
Kondisi itu membuat mahasiswa panik dan berhamburan. Dalam situasi kacau tersebut, dua mahasiswa jatuh dan terinjak rekan-rekannya. Mereka sempat diamankan di rumah warga sekitar untuk mendapatkan pertolongan pertama dari tim medis Fakultas Kedokteran Unkhair.
“Satu mahasiswa sesak napas, satunya mengalami patah pada kaki kiri dan kemungkinan cedera tulang belakang. Saat ini keduanya sudah dievakuasi ke RSUD Chasan Boesoirie Ternate,” ujar salah satu tim medis.
Hingga berita ini diturunkan, massa aksi masih bertahan di sekitar DPRD Ternate, sementara aparat Brimob Polda Malut memperketat barikade. Aktivitas sejumlah toko di kawasan tersebut juga terhenti karena pemilik memilih menutup usaha mereka.















Tinggalkan Balasan