Ternate, Serambi Timur – Pemerintah Provinsi Maluku Utara, melalui Dinas Pertanian (Distan), belum memprioritaskan sektor peternakan sebagai program unggulan untuk tahun 2025 hingga 2026.
Plt. Kepala Dinas Pertanian Maluku Utara, Asrul Gailea, dalam keterangannya kepada awak media melalui pesan WhatsApp pada Selasa (16/1), mengungkapkan bahwa kebutuhan konsumsi daging dan produk peternakan di Maluku Utara memang tinggi. Namun, program pengembangan peternakan, seperti sapi, kambing, unggas, hingga babi, masih belum menjadi fokus utama pemerintah.
“Untuk peternakan, baik sapi, kambing, ayam, maupun unggas lainnya, belum menjadi program prioritas. Kami lebih memfokuskan pada sektor tanaman pangan dan hortikultura untuk mendukung program nasional makan gizi gratis,” jelas Asrul.
Ia menambahkan bahwa untuk tahun 2025 dan 2026, Distan Malut akan memusatkan perhatian pada pengembangan tanaman padi ladang, jagung, serta tanaman hortikultura seperti bawang, tomat, cabai, dan aneka sayuran. Program ini disusun untuk meningkatkan ketahanan pangan daerah sekaligus mendukung kebutuhan gizi masyarakat.
“Kami sudah menyelesaikan roadmap dan rencana aksi terkait pengembangan tanaman hortikultura untuk dua tahun mendatang. Fokus kami adalah mendorong produksi pangan dan hortikultura agar memenuhi target nasional dan meningkatkan kesejahteraan petani lokal,” katanya.
Langkah prioritas ini, menurut Asrul, merupakan upaya konkret dalam memastikan ketersediaan bahan pangan berkualitas di Maluku Utara. Meski begitu, ia tak menutup kemungkinan program peternakan akan menjadi perhatian di masa depan jika situasi dan kebutuhan memungkinkan.
Dengan peta jalan yang telah tersusun matang, Dinas Pertanian Malut berharap program ini mampu membawa dampak signifikan bagi sektor pertanian daerah dan memperkuat kontribusi Maluku Utara dalam mendukung program nasional.














Tinggalkan Balasan