Menu

Mode Gelap

Sofifi · 20 Mar 2025 19:32 WIT ·

Sekolah Gratis di Malut, Taruhan Jabatan Plt Kadindikbud


 Abubakar Abdullah Perbesar

Abubakar Abdullah

TERNATE, JhaziraMU – Gubernur Maluku Utara, Sherly Laos, menegaskan bahwa program sekolah gratis untuk SMA, SMK, dan SLB negeri harus segera dijalankan. Bahkan, sukses atau tidaknya program ini disebut sebagai taruhan bagi jabatan Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadindikbud), Abubakar Abdullah.

“Program ini harus sukses, dan jabatan Plt Kadindikbud yang dijabat Pak Abubakar menjadi taruhannya,” tegas Sherly Laos baru-baru ini.

Menanggapi hal itu, Abubakar menyatakan siap merealisasikan kebijakan ini sebagai bagian dari program 100 hari kerja kepala daerah yang baru.

“Pendidikan gratis, terjangkau, dan berkualitas. Tiga hal ini harus menjadi komitmen utama,” katanya.

Menghapus Dana Komite, Menjamin Kualitas

Selama ini, menurut Abubakar, program pendidikan gratis kerap dihadapkan pada tantangan kualitas. Di satu sisi, sekolah yang benar-benar gratis sering kali kurang mendapat perhatian dalam mutu pendidikan, sementara sekolah yang berkualitas justru membebankan biaya tinggi kepada siswa.

“Kita ingin menghilangkan kesenjangan itu. Tidak boleh lagi ada sekolah negeri yang membebani orang tua dengan iuran komite,” ujarnya.

Saat ini, Maluku Utara mendapatkan alokasi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dari pemerintah pusat sebesar Rp 120 miliar lebih. Namun, ia mengakui dana tersebut sering kali tidak mencukupi kebutuhan operasional sekolah, sehingga pihak sekolah mencari solusi dengan iuran komite.

“Dana komite selama ini berbeda di setiap sekolah, tergantung wilayahnya. Ini yang menimbulkan ketimpangan. Kami akan menghapus mekanisme itu dan menggantinya dengan skema pembiayaan penuh dari APBD,” jelasnya.

Langkah Konkret: Skema Siap, Tinggal Pergub

Pemerintah tengah merancang skema pembiayaan agar pendidikan gratis bisa diterapkan untuk sekitar 63.000 siswa di 10 kabupaten/kota.

“Jumlah siswa sudah kita hitung. Sekolah negeri akan benar-benar gratis, tidak ada pungutan sepeser pun,” kata Abubakar.

Saat ini, Pemprov Malut sedang mempersiapkan peraturan gubernur (Pergub) sebagai payung hukum agar program ini bisa segera direalisasikan.

“Skemanya sudah siap, tinggal kita laporkan ke Gubernur untuk dipaparkan lebih lanjut,” tandasnya.

Dengan janji sekolah gratis ini, masyarakat Maluku Utara kini menunggu, apakah program ini benar-benar terealisasi atau hanya sekadar wacana politik?

Artikel ini telah dibaca 17 kali

badge-check

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Rapat Tertutup KPK dan Pemprov Malut di Ternate, Akses Media Dibatasi  

11 Juni 2026 - 11:17 WIT

Walikota Luruskan Anggaran Setda: Bukan Anggaran Pribadi, Sisa Dana Kembali ke Kas Daerah

10 Juni 2026 - 11:16 WIT

Walikota Tidore: Dua Unit Mobil Bukan Beli Tunai, Dilanjutkan Kredit dan Baru Lunas Akhir 2025

10 Juni 2026 - 09:26 WIT

Penilaian PPD Tuntas, Malut Dorong Perencanaan Berbasis Hasil

4 Juni 2026 - 21:27 WIT

Diskriminasi Ala Gubernur Sherly Tjoanda: Empat Pejabat Dinonaktifkan Tanpa Kejelasan, Sementara yang Terlibat Kasus Korupsi Tetap Berkuasa

4 Juni 2026 - 19:49 WIT

Dugaan Perselingkuhan Risman Kembali Disorot, SEMMI Desak Gubernur Copot Kadis PUPR Malut

19 Mei 2026 - 16:19 WIT

Trending di Sofifi