SOFIFI, SerambiTimur – Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara menanggapi polemik terkait lokasi pembangunan Rumah Sakit Pratama yang direncanakan oleh Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat di Kecamatan Ibu.
Pembangunan RS Pratama yang awalnya direncanakan oleh pemerintah pusat di Kecamatan Loloda, tiba-tiba dipindahkan oleh Pemkab Halbar di bawah kepemimpinan Bupati James Uang ke Kecamatan Ibu. Kebijakan ini mendapatkan penolakan keras dari aktivis dan warga Loloda.
Kepala Dinas Kesehatan Maluku Utara, dr. Idhar Sidi Umar, mengatakan bahwa lokasi pembangunan RS Pratama seharusnya sesuai dengan perencanaan awal. Namun, pihaknya belum dapat memberikan rekomendasi terkait pemindahan lokasi rumah sakit tersebut.
“Kami tidak memberikan rekomendasi, jadi terserah pemerintah setempat dan pada akhirnya mereka yang akan menanggung semua risikonya, karena usulan sebelumnya memang di Loloda,” ujarnya pada Selasa (30/7).
Dr. Idhar mengakui bahwa Kepala Dinas Kesehatan Halbar pernah berkomunikasi dan meminta rekomendasi, namun pihaknya menilai dari sisi geografis bahwa penempatan RS Pratama di Kecamatan Ibu sulit dijangkau oleh warga di bagian utara. Jarak tempuh yang cukup jauh membuat akses pelayanan kesehatan menjadi sulit.
“Kalau RS Pratama dibangun di Loloda, maka akses bagi warga di bagian utara jauh lebih dekat. Oleh karena itu, pembangunan RS di Ibu sebaiknya dipertimbangkan kembali. Saya tetap mendukung usulan semula,” kata Idhar.
Meski demikian, pihaknya menyerahkan persoalan tersebut kepada Pemkab Halbar, terutama koordinasi antara Pemkab dan pemerintah pusat terkait pemindahan lokasi rumah sakit harus dimatangkan.


















Tinggalkan Balasan