TERNATE, SerambiTimur— Aliansi Muda Anti Korupsi Maluku Utara (AMAK-Malut) menggelar aksi unjuk rasa pada Kamis (22/08/2024) sebagai bentuk protes terhadap penggunaan anggaran Pemerintah Kota Ternate yang dinilai tidak transparan dan tidak tepat sasaran.
Puluhan massa yang tergabung dalam AMAK-Malut mengangkat berbagai spanduk berisi tuntutan transparansi dan akuntabilitas anggaran di beberapa lokasi, termasuk Kantor Wali Kota Ternate, Kejaksaan Tinggi Maluku Utara, dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Malut.
Koordinator aksi, Sarjan Hud, mengungkapkan bahwa Pemerintah Kota Ternate telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 4,7 miliar dari APBD untuk belanja alat tulis kantor (ATK).
“Penggunaan anggaran sebesar itu untuk ATK sangat tidak masuk akal. Ada banyak kebutuhan mendesak lainnya yang seharusnya diprioritaskan. Masyarakat berhak tahu bagaimana dan untuk apa uang pajak mereka digunakan,” ujar Sarjan.
Sarjan menegaskan bahwa belanja ATK dengan jumlah anggaran yang besar ini harus dipertanyakan dan diaudit secara menyeluruh.
“Kami mendesak BPK segera melakukan audit terhadap penggunaan anggaran ini. Jika terbukti ada penyimpangan, harus ada penegakan hukum yang tegas,” tegasnya.
AMAK-Malut berkomitmen untuk terus mengawal isu ini hingga ada kejelasan dan tindakan nyata dari pihak-pihak terkait.



















Tinggalkan Balasan