TIDORE, SeramiTimur – Wali Kota Tidore Kepulauan, Muhammad Sinen, resmi membuka Barumadoe Open Tournament Ke-I Tahun 2026 di Lapangan Sepak Bola Bramovic, Desa Balbar, Kota Tidore Kepulauan.
Dalam sambutannya, Muhammad Sinen menegaskan bahwa sepak bola di era modern tidak lagi sekadar mengandalkan kekuatan fisik dan kecepatan. Menurutnya, permainan sepak bola juga membutuhkan kecerdasan berpikir, ketelitian, kemampuan membaca situasi, serta strategi yang matang.
Ia bahkan mengibaratkan strategi dalam sepak bola dengan permainan domino yang lekat dengan kehidupan masyarakat.
“Layaknya strategi dalam permainan domino yang lekat dengan kebersamaan kita, para pemain di lapangan hijau harus cermat menghitung peluang, membaca langkah lawan, menjaga ritme, serta tidak terburu-buru mengambil keputusan,” tegas Muhammad Sinen.
Ia mengingatkan para pemain untuk mampu mengendalikan ego pribadi dan lebih mengutamakan kekompakan tim. Sebab, menurutnya, satu kesalahan dalam mengambil keputusan maupun pergerakan di lapangan dapat memengaruhi hasil akhir pertandingan.
“Karena itu, bermainlah dengan kepala dingin, junjung tinggi sportivitas, hormati keputusan wasit, dan tunjukkan taktik permainan yang matang sekaligus menghibur,” pesannya.
Muhammad Sinen juga mengajak masyarakat menerapkan filosofi ketelitian dan kedewasaan dalam berpikir dalam kehidupan sosial sehari-hari.
Di tengah kondisi musim kemarau dan angin kencang, ia mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan maupun permukiman. Masyarakat diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar ataupun membakar sampah secara sembarangan.
Selain itu, Wali Kota mengingatkan masyarakat agar bijak menggunakan media sosial dan tidak mudah terprovokasi oleh isu, desas-desus maupun berita bohong atau hoaks.
“Seperti menata batu domino yang membutuhkan ketelitian agar tidak salah langkah, kita wajib menyaring setiap informasi yang masuk, tabayyun, dan mengedepankan akal sehat sebelum bereaksi, demi menjaga ketentraman, keharmonisan, serta persaudaraan di Kota Tidore Kepulauan yang kita cintai ini,” tambahnya.
Muhammad Sinen turut mengapresiasi inisiatif generasi muda setempat yang menggagas pelaksanaan turnamen tersebut. Menurutnya, kegiatan positif yang diprakarsai oleh pemuda merupakan cerminan dari pikiran yang sehat dan konstruktif.
Ia berharap olahraga tidak hanya menjadi sarana untuk membentuk jasmani yang kuat, tetapi juga mampu membangun karakter, mental, kesabaran, kedisiplinan, serta kemampuan bekerja sama.
Diikuti 21 Tim dari Berbagai Daerah
Sementara itu, Ketua Panitia Barumadoe Open Tournament Ke-I, Hanisa Hasan, dalam laporannya menyampaikan bahwa turnamen perdana tersebut mengusung tema “Bersatu dalam Kompetisi, Ukir Prestasi, Pererat Persaudaraan.”
Hanisa mengatakan, kegiatan tersebut menjadi wadah kompetisi yang positif, aman, dan kompetitif sekaligus ruang untuk menyalurkan minat dan bakat generasi muda di bidang sepak bola.
“Turnamen ini berlangsung mulai 29 Agustus hingga 30 September 2026 di Lapangan Sepak Bola Bramovic, Desa Balbar, dan resmi diikuti oleh 21 tim sepak bola yang berasal dari berbagai daerah di wilayah Provinsi Maluku Utara,” jelas Hanisa.
Lebih lanjut, ia menyebutkan, turnamen tersebut bertujuan menumbuhkan semangat sportivitas dan solidaritas antarpeserta, meningkatkan partisipasi masyarakat dalam berbagai kegiatan positif, serta membangun hubungan kerja sama yang harmonis antara panitia, masyarakat dan pihak sponsor.
Dengan kehadiran 21 tim dari berbagai daerah di Maluku Utara, Barumadoe Open Tournament Ke-I diharapkan tidak hanya menjadi ajang untuk mengejar prestasi di lapangan hijau, tetapi juga menjadi ruang mempererat persaudaraan, solidaritas, dan kebersamaan antarpemuda.
Semangat kompetisi pun diharapkan berjalan seiring dengan semangat persaudaraan, sehingga turnamen ini dapat menjadi momentum positif bagi perkembangan sepak bola sekaligus generasi muda di Maluku Utara.
