Ternate

Harlah ke-12, Walisongo Teguhkan Tradisi dan Silaturahmi

Serambi Diperbarui 00:35 WIT 4 menit membaca
Ukuran Teks:

TERNATE, SerambiTimur — Jamaah Sholawat Walisongo memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-12 yang dirangkai dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Kegiatan tersebut diisi dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, Maulid Diba, lantunan shalawat, serta Mauidhoh Hasanah sebagai momentum mempererat silaturahmi dan meneguhkan kecintaan kepada Rasulullah SAW.

Peringatan yang berlangsung dalam suasana religius dan kekeluargaan itu dihadiri sejumlah tokoh agama, sesepuh, tokoh masyarakat, pengurus dan keluarga besar Jamaah Walisongo, serta berbagai paguyuban dan majelis taklim.

Sejumlah tokoh yang hadir di antaranya Habib Zaky, Ustaz H.M. Saleh Sakola, Kiai Ahmad Dardiri, Ketua Jamaah Walisongo Ustaz Hasanuddin, Ketua Bidang Dakwah Muslimat NU Maluku Utara Hajah Ramlah, anggota DPRD Fahrizal Teng, serta para sesepuh dan pengurus KKPJ.

Ketua Panitia Harlah ke-12 Jamaah Walisongo, Ustaz Anwar Warsono, mengatakan peringatan tersebut tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi juga menjadi momentum untuk melihat kembali perjalanan Jamaah Walisongo sejak awal berdiri hingga mampu mempertahankan berbagai kegiatan keagamaan secara konsisten.

Jamaah Sholawat Walisongo berdiri pada 2014. Selama 12 tahun perjalanan, jamaah tersebut secara rutin menjalankan berbagai kegiatan keagamaan, di antaranya pembacaan Maulid Diba setiap malam Sabtu dan pembacaan Manaqib setiap malam Rebo Pon.

Kegiatan rutin tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga tradisi keagamaan, memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW, sekaligus menyediakan ruang berkumpul yang memberikan manfaat bagi jamaah dan masyarakat.

“Semoga kebaikan-kebaikan ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat bagi jamaah serta masyarakat,” menjadi harapan yang mengemuka dalam peringatan tersebut.

Peringatan Harlah ke-12 juga dihadiri berbagai paguyuban, majelis taklim, organisasi dan kelompok masyarakat. Di antaranya KKPJ, Ngudi Rahayu, KWS Sragen, Lailatul Ijtimak, MT Fatayat Jabung, MT Aisyiyah, Keluarga Tangguh Ngade, PSHT, Jamaah Yasin Jati Metro, Pasteko, paguyuban yang tergabung dalam FPK, Jawara (Jawa Madura), Jamaah Jumat Wage Bonten, TPQ Darul Ulum, Wong Ag, MT Annisa, MT Taman Nukilan, MT Nurul Rizkia, MT Al-Humairoh, MT Al-Humairoh, serta Jamaah Laduna Ilma.

Kehadiran berbagai kelompok tersebut menjadi bagian dari semangat silaturahmi dan kebersamaan. Mereka dipertemukan dalam satu suasana kekeluargaan melalui kegiatan keagamaan dan lantunan shalawat.

Rangkaian acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Ustaz Mahmud Husain. Acara kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Syubbanul Wathon.

Setelah itu, sambutan disampaikan Ketua Panitia Ustaz Anwar dan Ketua Jamaah Walisongo Ustaz Hasanuddin. Dalam sambutannya, Hasanuddin mengisahkan perjalanan Jamaah Sholawat Walisongo sejak berdiri pada 2014 hingga memasuki usia ke-12.

Nuansa religius semakin terasa saat jamaah bersama-sama mengikuti pembacaan Maulid Diba yang diiringi lantunan shalawat dari tim hadrah.

Pembacaan Maulid Diba menjadi salah satu tradisi yang terus dipertahankan Jamaah Walisongo sebagai bentuk kecintaan dan penghormatan kepada Nabi Muhammad SAW.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan Mauidhoh Hasanah yang disampaikan Ustaz H.M. Saleh Sakola. Dalam tausiyahnya, jamaah diajak agar peringatan Maulid Nabi tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi diwujudkan melalui keteladanan terhadap akhlak dan ajaran Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.

Rasa syukur atas perjalanan 12 tahun Jamaah Walisongo kemudian diwujudkan melalui prosesi pemotongan tumpeng oleh Ketua Jamaah Walisongo Ustaz Hasanuddin, didampingi para sesepuh dan pengurus.

Prosesi tersebut turut dihadiri Wakil Ketua Jamaah Walisongo Rahmat, Ketua Panitia Ustaz Anwar, para sesepuh Jamaah Sholawat Walisongo, H. Bagiyo, H. Toto Sukamto, KH Nurkhozin, Kiai Haji Ahmad Dardiri selaku Pengasuh Pondok Darul Falah Ternate, Habib Zaky, serta Ustaz H.M. Saleh Sakola.

Pemotongan tumpeng menjadi simbol rasa syukur atas perjalanan Jamaah Walisongo sekaligus doa agar jamaah tetap istiqamah menjaga dan mengembangkan kegiatan keagamaan yang selama ini telah berjalan.

Rangkaian peringatan Harlah ke-12 dan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut ditutup dengan doa yang dipimpin Habib Zaky bin Abdurrahman Alaydrus.

Memasuki usia ke-12, Jamaah Sholawat Walisongo berharap tradisi keagamaan dan kegiatan rutin yang selama ini dijalankan dapat terus dipertahankan. Selain menjadi wadah bershalawat dan memperdalam ilmu agama, Jamaah Walisongo diharapkan terus menjadi ruang untuk mempererat persaudaraan, menjaga silaturahmi dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Tinggalkan komentar