SOFIFI, SerambiTimur — Pemerintah Provinsi Maluku Utara bersama PT Len Telekomunikasi Indonesia (LTI), Badan Usaha Pelaksana proyek Palapa Ring Tengah, menggelar audiensi strategis di Jakarta, Jumat (11/7/2025), guna membahas tumpang tindih pembangunan Pelabuhan Darko di Sofifi dengan jalur kabel laut segmen Sofifi–Tidore.
Audiensi yang dipimpin Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, dan dihadiri jajaran Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfosan) Malut ini membahas langkah sinergis agar pembangunan infrastruktur fisik dan digital di daerah tidak saling mengganggu, tetapi saling mendukung.
Direktur Bisnis dan Operasi PT LTI, Dirgantara Putra, mengungkapkan bahwa lokasi pembangunan pelabuhan saat ini berada tepat di atas jalur kabel laut Palapa Ring Tengah yang vital bagi konektivitas wilayah.
“Sejak 2019, jalur ini telah mengalami 12 kali gangguan, sebagian besar akibat aktivitas manusia dan kondisi geografis ekstrem. Kami khawatir pengembangan pelabuhan akan memperparah risiko ini,” jelas Dirgantara.
Menanggapi hal itu, Wakil Gubernur Sarbin Sehe menegaskan bahwa Pemprov Malut tetap berkomitmen menjaga keberlangsungan infrastruktur digital nasional, sembari mendorong pembangunan pelabuhan strategis untuk mendukung konektivitas logistik di Sofifi.
“Kita harus cari solusi permanen agar kedua kepentingan ini berjalan berdampingan. Tidak boleh ada yang dikorbankan,” tegas Sarbin.
Dalam pertemuan itu juga dibahas urgensi revitalisasi kabel laut segmen Manado–Ondong Siau yang kerap mengalami pemutusan. PT LTI mendorong Pemprov mengadvokasi percepatan revitalisasi ke Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), serta memperkuat edukasi kepada nelayan dan pelaku laut terkait pentingnya jalur kabel laut bagi kestabilan koneksi digital.
Sebagai tindak lanjut, disepakati tiga langkah konkret: Penyusunan rencana teknis penyelarasan pembangunan pelabuhan dan kabel laut. Mendorong regulasi pemanfaatan ruang laut oleh kementerian terkait. Peningkatan koordinasi untuk menjaga kestabilan komunikasi dan rantai logistik daerah.
Proyek Palapa Ring Tengah sendiri merupakan proyek strategis nasional yang membentang 3.122 kilometer dan menghubungkan wilayah-wilayah 3T di Sulawesi dan Maluku Utara, termasuk Sofifi, Ternate, dan Tidore. Infrastruktur ini menjadi tulang punggung digital dan penggerak pertumbuhan ekonomi kawasan.
Audiensi ini menandai langkah penting dalam membangun sinergi antara transformasi digital dan pembangunan fisik yang berkelanjutan di Maluku Utara.
