TERNATE, SerambiTimur — Anggota DPRD Kota Ternate, Nurjaya Hi Ibrahim menggelar reses masa sidang II tahun 2025 di RT 2, Kelurahan Fitu, Kecamatan Ternate Selatan, Senin (12/5/2025). Dalam kegiatan tersebut, Nurjaya menyerap sejumlah keluhan warga yang dinilai mendesak untuk segera ditindaklanjuti oleh Pemerintah Kota Ternate.
“Banyak keluhan yang disampaikan warga, mulai dari persoalan tempat sampah, fasilitas untuk nelayan, penyaluran minyak tanah subsidi, hingga pemberdayaan peternak telur,” ujar Nurjaya kepada wartawan.
Ia merinci, persoalan tempat sampah muncul karena tidak adanya pengadaan dari pihak kelurahan. Akibatnya, warga terpaksa membuang sampah ke barangka (kali mati).
Terkait sektor perikanan, Nurjaya menyoroti janji bantuan perahu dan mesin yang tak kunjung direalisasikan untuk Ahmad, salah satu warga yang mewakili Kota Ternate dalam program Bulan Cinta Laut (BCL) pada 2024 lalu.
“Pemkot jangan cuma janji. Ahmad itu membawa nama Kota Ternate dalam ajang nasional, seharusnya dijadikan prioritas,” tegasnya.
Keluhan lain datang dari warga soal penyaluran minyak tanah subsidi. Menurut Nurjaya, pembagiannya hanya dilakukan per kepala keluarga (KK), padahal semestinya disesuaikan per jiwa sesuai aturan yang berlaku.
Nurjaya juga menyoroti rendahnya perhatian Pemkot terhadap sektor peternakan, khususnya produksi telur ayam lokal. Ia mendorong pengembangan peternakan ayam petelur skala besar.
“Pemkot perlu memberi pelatihan, dukungan infrastruktur, serta akses distribusi bagi peternak lokal. Ini penting agar Ternate tak selalu tergantung pasokan telur dari luar,” ujarnya.
Ia berharap pemerintah kota lebih peka terhadap persoalan warga. “Keluhan ini berkaitan langsung dengan kehidupan mereka sehari-hari. Wajib ditindaklanjuti,” pungkas Nurjaya.














Tinggalkan Balasan