TERNATE, SerambiTimur – Pemerintah Kota Ternate resmi membuka seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama untuk mengisi 12 jabatan eselon II yang hingga kini masih kosong. Seleksi diawali dengan ujian tertulis berupa penyusunan makalah yang diikuti seluruh peserta yang telah dinyatakan lolos verifikasi administrasi.
Sebanyak 29 peserta dinyatakan memenuhi persyaratan administrasi dan berhak melanjutkan ke tahapan seleksi berikutnya. Rekrutmen ini menjadi langkah strategis Pemkot Ternate untuk mengakhiri kekosongan sejumlah jabatan pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang selama ini masih dijabat oleh pelaksana tugas (Plt).
Ketua Panitia Seleksi, Rizal Marsaoly, menjelaskan bahwa ujian makalah merupakan tahap awal dari rangkaian seleksi yang telah disiapkan. Setelah itu, para peserta masih harus mengikuti Computer Assisted Test (CAT), psikotes, hingga wawancara mendalam.
“Kami mencari sosok yang tidak hanya memiliki kompetensi, tetapi juga berintegritas serta memahami tugas pokok dan fungsi jabatan yang akan dipimpinnya,” ujar Rizal saat ditemui, Kamis (30/7).
Menurutnya, percepatan pelaksanaan seleksi ini merupakan tindak lanjut atas arahan Wali Kota Ternate agar jabatan-jabatan strategis segera diisi pejabat definitif. Kehadiran pimpinan yang definitif dinilai penting untuk mempercepat pelaksanaan program prioritas pemerintah sekaligus memastikan proses pengambilan kebijakan berjalan lebih efektif.
Kebutuhan tersebut semakin mendesak karena pemerintah daerah tengah mempersiapkan penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2027. Berbeda dengan pejabat pelaksana tugas, pejabat definitif memiliki kewenangan penuh dalam menjalankan fungsi manajerial, termasuk menandatangani Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) dan berbagai dokumen administrasi keuangan lainnya.
“Kalau sudah definitif, mereka dapat menjalankan seluruh kewajiban dan kewenangannya secara utuh, termasuk penandatanganan dokumen anggaran,” jelasnya.
Rizal menegaskan, seleksi terbuka ini menjadi bagian dari komitmen Pemkot Ternate dalam membangun birokrasi yang profesional, transparan, dan berbasis kompetensi. Melalui proses tersebut diharapkan lahir pimpinan OPD yang mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus mendukung percepatan realisasi visi dan misi kepala daerah.
Pemerintah Kota Ternate menargetkan pelantikan pejabat terpilih dapat dilaksanakan setelah peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus mendatang. Namun, apabila seluruh tahapan seleksi, termasuk persetujuan dari Badan Kepegawaian Negara (BKN), dapat diselesaikan lebih cepat, pelantikan juga akan dipercepat.
“Kalau semua proses berjalan lancar dan persetujuan BKN sudah keluar, tentu pelantikan akan segera kami laksanakan,” pungkas Rizal.
