Halut

NHM Raih Apresiasi ESDM, Operasional Tambang Gosowong Dinilai Sesuai Kaidah GMP

Serambi Diterbitkan 13:01 WIT 2 menit membaca
Ukuran Teks:

GOSOWONG, SerambiTimur- PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) kembali menunjukkan komitmennya dalam menerapkan praktik pertambangan yang baik. Hal itu tercermin dalam pelaksanaan Pembinaan dan Pengawasan Terpadu Aspek Teknik dan Lingkungan (Binwas Terpadu) yang digelar di Tambang Emas Gosowong pada 20–24 Juli 2026.

Kegiatan yang merupakan bagian dari program pembinaan dan pengawasan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tersebut melibatkan jajaran manajemen NHM, Penanggung Jawab Operasional (PJO) perusahaan mitra, serta tujuh Inspektur Tambang dari Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara yang dikoordinasikan oleh Adhadi Julianto.

Selama pelaksanaan Binwas Terpadu, tim Inspektur Tambang melakukan pembinaan melalui wawancara bersama manajemen dan PJO sebelum melaksanakan inspeksi langsung ke sejumlah area operasional Tambang Emas Gosowong.

Pemeriksaan difokuskan pada lima aspek Kaidah Pertambangan yang Baik (Good Mining Practices/GMP), meliputi teknik pertambangan, konservasi mineral, pengelolaan lingkungan, keselamatan dan kesehatan kerja (K3), serta standarisasi usaha jasa pertambangan.

Koordinator Inspektur Tambang, Adhadi Julianto, menyampaikan bahwa secara umum operasional NHM telah memenuhi kaidah pertambangan yang baik. Salah satu indikator penting yang menjadi perhatian adalah keberhasilan perusahaan mempertahankan capaian nihil kecelakaan kerja fatal (Zero Fatality) selama tiga tahun terakhir.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa masih terdapat beberapa aspek administrasi yang dapat terus disempurnakan sebagai bagian dari upaya peningkatan tata kelola perusahaan.

Menurutnya, hasil pembinaan tahun ini memberikan peluang bagi NHM untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan operasional dan lingkungan, termasuk membuka peluang menuju predikat PROPER Hijau atau Beyond Compliance serta kesempatan mengikuti Subroto Awards.

Sementara itu, Kepala Teknik Tambang (KTT) NHM, Rado Lawolo, mengatakan pelaksanaan Binwas Terpadu secara konsisten selama tiga tahun terakhir menjadi sarana evaluasi sekaligus pembelajaran bagi perusahaan.

“Selama tiga tahun terakhir Gosowong secara konsisten melaksanakan Binwas Terpadu. Dari proses tersebut kami memperoleh banyak masukan dan peluang pengembangan operasional untuk terus meningkatkan kinerja menuju beyond compliance,” ujarnya.

Ia menambahkan, dukungan penuh Badan Direksi NHM menjadi modal penting dalam memperkuat penerapan kaidah pertambangan yang baik, meningkatkan keselamatan kerja, serta memperkuat pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.

Tinggalkan komentar