Halut

Dari Ternate hingga Jakarta, Salsabila Jalani Beragam Operasi untuk Tangani Spina Bifida

Serambi Diterbitkan 12:39 WIT 2 menit membaca
Ukuran Teks:

JAKARTA, SerambiTimur — Sejak didiagnosis mengalami spina bifida pada usia lima bulan, Salsabila harus menjalani rangkaian panjang penanganan medis. Anak asal Bacan, Maluku Utara, itu telah melewati pemeriksaan, rujukan, fisioterapi, hingga sejumlah operasi untuk menangani kelainan tulang belakang dan gangguan kesehatan lainnya.

Dalam perjalanan tersebut, PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) melalui NHM Peduli terus memberikan bantuan dan pendampingan kepada Salsabila beserta keluarganya.

Salsabila lahir pada Mei 2021. Ketika berusia lima bulan, ia mulai mendapatkan pendampingan NHM Peduli untuk menjalani pemeriksaan di Ternate.

Dari Ternate, Salsabila kemudian dirujuk ke Manado untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Dokter NHM Peduli, dr. Hi. Syamsul Bahri Hi. Idris, Sp.OG., SH., MH., menjelaskan bahwa pendampingan tersebut terus berlanjut seiring kebutuhan medis Salsabila.

Pada awal 2022, Salsabila kembali mendapatkan bantuan untuk menjalani pengobatan di Jakarta. Ia kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) dan menjalani operasi koreksi spina bifida.

Namun, tindakan tersebut bukan menjadi akhir dari proses pengobatan.

Pada 2023, Salsabila menjalani fisioterapi untuk kedua kakinya. Setelah menjalani fisioterapi, ia kemudian menjalani operasi koreksi pada kedua kaki.

Perjalanan medis kembali berlanjut pada akhir 2025. Salsabila menjalani operasi koreksi spina bifida.

Pada periode tersebut, kondisi Salsabila juga memerlukan penanganan lebih lanjut karena mengalami permasalahan pada bagian kandung kemih dan ginjal.

Memasuki 2026, Salsabila kembali menjalani dua kali operasi. Tindakan medis tersebut dilakukan untuk menangani kondisi kedua kakinya serta permasalahan pada kandung kemih dan ginjal.

Rangkaian tindakan tersebut menunjukkan panjangnya proses medis yang harus dijalani Salsabila untuk mendapatkan kondisi kesehatan yang lebih baik.

Selama menjalani berbagai tindakan medis, NHM Peduli memberikan bantuan dan pendampingan kepada Salsabila dan keluarganya.

Pendampingan medis dilakukan dr. Hi. Syamsul Bahri bersama dan dalam pengawasan jajaran Tim NHM Peduli lainnya.

Tim juga membantu melakukan koordinasi kebutuhan pengobatan dan berkomunikasi dengan keluarga untuk memastikan proses penanganan medis berjalan sesuai kebutuhan.

Perjalanan pengobatan tersebut membuat Salsabila dan keluarganya harus beberapa kali berpindah daerah, mulai dari Ternate, Manado hingga Jakarta.

Bagi keluarga, perjalanan selama lebih dari lima tahun tersebut tentu membutuhkan ketabahan. Berbagai pemeriksaan, fisioterapi, operasi, serta perjalanan menuju fasilitas kesehatan harus dijalani demi memperoleh penanganan terbaik.

Hingga 4 September 2026, Salsabila yang kini berusia 5 tahun 3 bulan masih menjalani pemulihan dan penanganan lanjutan berdasarkan kondisi medisnya.

Pendampingan NHM Peduli terhadap Salsabila menjadi salah satu bentuk dukungan berkelanjutan kepada masyarakat yang membutuhkan penanganan medis serius.

Bantuan tidak berhenti pada satu tindakan atau satu operasi, melainkan terus diberikan sesuai kebutuhan pasien dalam menjalani rangkaian pengobatan.

Tinggalkan komentar