Menu

Mode Gelap

Ternate · 5 Jul 2024 10:19 WIT ·

Ternate Bisa Menjadi Andalan Jika Pemimpinnya Bisa Diandalkan


 Muamil Sunan Perbesar

Muamil Sunan

SerambiTimur, Ternate- Program prioritas Pemerintah Kota Ternate yang dinilai gagal atau jauh dari harapan masyarakat di tiga kecamatan terluar, terutama BAHIM, terus mendapat kritikan dari akademisi Universitas Khairun (Unkhair).

Kali ini, Muamil Sunan menyebut bahwa visi Wali Kota Ternate M. Tauhid Soleman, yaitu Ternate ANDALAN, bisa dicapai jika kedelapan misi Ternate Mandiri & Berkeadilan dijalankan secara maksimal sesuai dengan dokumen perencanaan (RPJMD).

“Ternate bisa menjadi ANDALAN jika pemimpin (wali kota) bisa diandalkan dalam menjalankan pemerintahan secara tepat,” ujarnya.

Muamil mengibaratkan wali kota sebagai seorang nakhoda kapal yang harus bisa membawa kapal sampai ke tujuannya. Seorang nakhoda kapal harus memiliki pengetahuan dan pengalaman yang memadai, komitmen, serta keinginan yang kuat untuk mencapai tujuan sehingga kapal beserta seluruh awaknya dapat tiba dengan selamat.

Wali kota, sebagai nakhoda, tidak boleh perdulikan siapa dan dari mana penumpangnya. Nakhoda kapal harus selalu memposisikan diri sebagai pengambil keputusan tertinggi atas nama keselamatan awak kapal, tidak boleh diintervensi oleh siapa pun, termasuk keluarga. Dengan demikian, sebesar apa pun gelombang yang dihadapi, kapal tetap melaju ke arah yang pasti.

Muamil mengatakan bahwa untuk mencapai visi Ternate ANDALAN sebagai tujuan, kedelapan misi, termasuk Faduli BAHIM, harus mendapat perhatian serius dari wali kota. Nakhoda kapal akan mengikuti tuntunan atau dokumen perencanaan (RPJMD) sehingga bisa sampai tujuan (visi) demi keselamatan penumpang (kesejahteraan masyarakat). Wali kota sebagai nakhoda harus lebih fokus pada tujuan dengan mengikuti dokumen perencanaan sebagai petunjuk sehingga kesejahteraan masyarakat bisa tercapai.

Saat ditanya soal Rumah Singgah BAHIM, Muamil menyampaikan bahwa pembangunan rumah singgah BAHIM hanya sekadar proyek pemerintah kota dan bukan kebutuhan prioritas warga BAHIM. Proyek ini tidak berdampak terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat BAHIM.

“Rumah singgah BAHIM tentunya menelan anggaran (APBD) yang lumayan besar dan itu merupakan pemborosan anggran karena tidak berdampak langsung terhadap pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan warga BAHIM.”

Untuk mewujudkan misi Faduli BAHIM, perlu dialokasikan anggaran yang cukup sehingga ada pemerataan pembangunan antara pusat kota dan wilayah terluar atau pinggiran.

Artikel ini telah dibaca 17 kali

badge-check

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Implementasi Perpres 46, Pergub 31 Perkuat Peran BPBJ sebagai UKPBJ Pemprov Malut

21 Juli 2026 - 18:13 WIT

Lebih dari Sekadar Nonton Bareng: Rumah Ko Nas Menjadi Rumah Persaudaraan di Malam Final Piala Dunia

20 Juli 2026 - 11:13 WIT

Ketua IMI Maluku Utara Luruskan Polemik Dana Sertifikasi Juri: Surat untuk M. Sabri Albaar Bersifat Internal

18 Juli 2026 - 14:35 WIT

Mundur dari IMI, Sabri Albaar Pertanyakan Tagihan Rp5 Juta

18 Juli 2026 - 11:16 WIT

IESPA Pusat Sambangi Ternate, Maluku Utara Masuk Prioritas Esports Nasional

18 Juli 2026 - 10:42 WIT

Sherly Ajak Fatayat NU Jadi Motor Penggerak Ekonomi Maluku Utara

17 Juli 2026 - 11:37 WIT

Trending di Ternate