SerambiTimur, Ternate- Program prioritas Pemerintah Kota Ternate yang dinilai gagal atau jauh dari harapan masyarakat di tiga kecamatan terluar, terutama BAHIM, terus mendapat kritikan dari akademisi Universitas Khairun (Unkhair).
Kali ini, Muamil Sunan menyebut bahwa visi Wali Kota Ternate M. Tauhid Soleman, yaitu Ternate ANDALAN, bisa dicapai jika kedelapan misi Ternate Mandiri & Berkeadilan dijalankan secara maksimal sesuai dengan dokumen perencanaan (RPJMD).
“Ternate bisa menjadi ANDALAN jika pemimpin (wali kota) bisa diandalkan dalam menjalankan pemerintahan secara tepat,” ujarnya.
Muamil mengibaratkan wali kota sebagai seorang nakhoda kapal yang harus bisa membawa kapal sampai ke tujuannya. Seorang nakhoda kapal harus memiliki pengetahuan dan pengalaman yang memadai, komitmen, serta keinginan yang kuat untuk mencapai tujuan sehingga kapal beserta seluruh awaknya dapat tiba dengan selamat.
Wali kota, sebagai nakhoda, tidak boleh perdulikan siapa dan dari mana penumpangnya. Nakhoda kapal harus selalu memposisikan diri sebagai pengambil keputusan tertinggi atas nama keselamatan awak kapal, tidak boleh diintervensi oleh siapa pun, termasuk keluarga. Dengan demikian, sebesar apa pun gelombang yang dihadapi, kapal tetap melaju ke arah yang pasti.
Muamil mengatakan bahwa untuk mencapai visi Ternate ANDALAN sebagai tujuan, kedelapan misi, termasuk Faduli BAHIM, harus mendapat perhatian serius dari wali kota. Nakhoda kapal akan mengikuti tuntunan atau dokumen perencanaan (RPJMD) sehingga bisa sampai tujuan (visi) demi keselamatan penumpang (kesejahteraan masyarakat). Wali kota sebagai nakhoda harus lebih fokus pada tujuan dengan mengikuti dokumen perencanaan sebagai petunjuk sehingga kesejahteraan masyarakat bisa tercapai.
Saat ditanya soal Rumah Singgah BAHIM, Muamil menyampaikan bahwa pembangunan rumah singgah BAHIM hanya sekadar proyek pemerintah kota dan bukan kebutuhan prioritas warga BAHIM. Proyek ini tidak berdampak terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat BAHIM.
“Rumah singgah BAHIM tentunya menelan anggaran (APBD) yang lumayan besar dan itu merupakan pemborosan anggran karena tidak berdampak langsung terhadap pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan warga BAHIM.”
Untuk mewujudkan misi Faduli BAHIM, perlu dialokasikan anggaran yang cukup sehingga ada pemerataan pembangunan antara pusat kota dan wilayah terluar atau pinggiran.



















Tinggalkan Balasan