Ternate, Serambi Timur – Bangunan panggung festival seni di Komplek Gulao, yang dibangun dengan anggaran daerah hingga Rp1,1 miliar, tampaknya akan rusak terbengkalai dan mubazir. Panggung yang terletak di bibir pantai ini awalnya direncanakan untuk mendukung berbagai kegiatan besar di Pulau Hiri, terutama acara festival. Namun, hingga kini, bangunan tersebut belum dimanfaatkan dengan maksimal.
Bangunan yang selesai dibangun pada tahun 2019 ini kini menjadi tempat bagi masyarakat untuk menampung perahu fiber, jaring, dan alat pancing lainnya. Lokasinya yang berada di Kelurahan Togolobe, Kecamatan Pulau Hiri, Kota Ternate, dianggap tidak strategis untuk menggelar acara besar seperti festival.
Lokasi Tidak Strategis
Panggung tersebut terletak tepat di atas permukaan air laut, berdekatan dengan Pasar Tradisional Mingguan Modern (PTMM), dan menghadap langsung ke arah jalan. Letaknya yang tidak strategis membuat bangunan ini kurang bermanfaat bagi masyarakat, khususnya di Pulau Hiri. Kondisinya yang tidak terurus juga memperparah keadaan, dengan bagian tiang yang sudah terlepas dan roboh ke dalam laut.
Menurut beberapa warga setempat, bangunan ini dianggap sia-sia dan tidak memberikan manfaat yang berarti. Salah satu tokoh pemuda Hiri, saat diwawancarai di lokasi, mengungkapkan kekecewaannya terhadap pemerintah yang dinilainya telah menghamburkan anggaran tanpa memberikan hasil yang berguna bagi masyarakat.
“Percuma dan tidak ada gunanya, buang anggaran saja. Sedangkan masyarakat masih banyak yang harus dibantu,” ujarnya.
Kritik Terhadap Pemerintah
Pemuda tersebut menekankan pentingnya pemerintah untuk fokus pada pembangunan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Ia juga menantang pemerintah untuk mengambil tindakan tegas terhadap aset-aset yang tidak dimanfaatkan dengan baik, seperti Panggung Festival Seni di Pulau Hiri ini.
“Kita memberikan kritik untuk kemajuan, dan pemerintah harus mampu mencari jalan keluar. Itulah tugas pemerintah,” tambahnya dengan tegas.
Setelah pembangunan selesai, panggung tersebut seharusnya dikelola oleh dinas terkait untuk memastikan manfaatnya bagi masyarakat. Namun, sejak 2019, tidak ada aktivitas festival atau kegiatan lain yang menggunakan panggung ini, menambah daftar aset pemerintah yang terabaikan.
Harapan Masyarakat
Masyarakat berharap agar pemerintah, khususnya Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang bertanggung jawab, segera mengambil langkah konkret untuk memanfaatkan bangunan tersebut. Dengan demikian, anggaran yang sudah dikeluarkan tidak terbuang sia-sia, dan masyarakat dapat merasakan manfaatnya.
Sementara itu, pemerintah diharapkan lebih cermat dalam merencanakan pembangunan infrastruktur di masa mendatang, agar kejadian serupa tidak terulang.



















Tinggalkan Balasan