Menu

Mode Gelap

Daerah · 13 Feb 2026 07:38 WIT ·

Edukasi Reproduksi, Menguatkan Generasi


 Edukasi Reproduksi, Menguatkan Generasi Perbesar

TERNATE, SerambiTimur — Di tengah derasnya arus informasi digital yang tak selalu ramah bagi generasi muda, sebuah gerakan edukatif berbasis komunitas hadir memberi arah. Melalui program pengabdian kepada masyarakat, tim dosen Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Ternate mengambil langkah konkret memperkuat literasi kesehatan reproduksi remaja di Kelurahan Maliaro.

Program yang berlangsung sejak Agustus hingga November 2025 ini tidak sekadar menyampaikan pengetahuan, tetapi membangun kesadaran kritis di kalangan remaja—sebuah upaya penting di tengah meningkatnya risiko perilaku seksual berisiko, kehamilan tidak diinginkan, hingga paparan informasi menyesatkan di ruang digital.

Remaja, sebagai kelompok usia transisi, kerap berada di persimpangan antara rasa ingin tahu dan minimnya pendampingan. Di Maliaro, kondisi ini semakin kompleks dengan terbatasnya ruang diskusi yang aman dan terbuka. Akibatnya, banyak remaja mencari jawaban sendiri di internet—yang tidak jarang berujung pada informasi keliru.

Melihat realitas tersebut, tim pengabdian menghadirkan pendekatan yang lebih segar dan relevan: edukasi berbasis komunitas yang interaktif, partisipatif, dan dekat dengan dunia remaja. Program ini tidak berjalan sendiri. Kolaborasi lintas sektor menjadi fondasi kuat, melibatkan pemerintah kelurahan, puskesmas, sekolah, kader kesehatan, hingga orang tua.

Program ini digerakkan langsung oleh tim pelaksana yang turun ke lapangan secara intensif, terdiri dari para dosen dan mahasiswa kebidanan, yakni: Nurdiana Lante, S.ST., M.Kes; Nuzliati T. Djama, S.SiT., M.Kes; Nurkila Suaib, S.ST., M.Kes; Triany Laila Pelu, S.SiT., M.Tr.Keb; Rasmin Abd. Muthalib, S.ST., M.Keb; Sitti Hubaya Matjino, S.ST., M.Kes; Asmaryani Hasyim, S.ST., M.Keb; Sunarti Arsan, S.ST., M.Keb; Anira Sukma, S.ST., M.Kes; Supriyanti, S.ST., M.KM, serta didukung oleh mahasiswa Kaltrina Ismail, Karisma Saleh, dan Suci Wulan Fitria Putri. Mereka menjadi garda terdepan dalam memastikan program berjalan efektif dan menyentuh langsung kebutuhan remaja di lapangan.

Berbagai kegiatan dirancang tidak hanya informatif, tetapi juga membangun keterlibatan aktif remaja. Mulai dari edukasi kesehatan reproduksi, diskusi kelompok sebaya, pelatihan literasi digital, hingga pembentukan peer educator—remaja yang dilatih menjadi agen perubahan di lingkungannya sendiri.

Pendekatan ini terbukti efektif. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan literasi kesehatan reproduksi lebih dari 30 persen. Lebih dari itu, terbentuknya sedikitnya 10 peer educator menjadi tonggak penting dalam memastikan keberlanjutan program. Mereka kini bukan hanya penerima informasi, tetapi juga penyebar pengetahuan yang kredibel di kalangan sebaya.

Perubahan juga terlihat dari cara remaja menyikapi informasi. Mereka menjadi lebih terbuka, lebih kritis, dan lebih mampu memilah mana informasi yang valid dan mana yang menyesatkan. Sebuah transformasi yang tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik, tetapi juga pada kesiapan mental dan sosial mereka menghadapi masa depan.

Program ini menjadi bukti bahwa intervensi yang tepat, dengan pendekatan yang sesuai kebutuhan generasi muda, mampu menciptakan perubahan nyata. Ke depan, keberlanjutan program diharapkan diperkuat melalui integrasi dengan program kesehatan remaja yang sudah ada, serta dukungan berkelanjutan dari pemerintah dan masyarakat.

Lebih dari sekadar kegiatan pengabdian, gerakan ini adalah investasi jangka panjang—membangun generasi yang tidak hanya sehat secara fisik, tetapi juga cerdas dalam memahami tubuh dan masa depannya sendiri.

Artikel ini telah dibaca 39 kali

badge-check

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dugaan Jual Beli Ijazah IAI As-Siddig Didemo, GPM-FPAKI Desak Kejati Bertindak

13 Juli 2026 - 11:48 WIT

Tidore Juara Umum Atletik POPDA XII Maluku Utara

10 Juli 2026 - 09:54 WIT

GPM Desak Gubernur Sherly Copot Pejabat Terindikasi Korupsi, Soroti Kasus Tunjangan DPRD hingga Jejak Perkara AGK

8 Juli 2026 - 21:12 WIT

Sinergi Pemerintah dan Pemangku Kepentingan Wujudkan MBG yang Berkualitas di Tidore

8 Juli 2026 - 16:33 WIT

Skandal Tunjangan Belum Tuntas: Kejati Didesak Tak Beri Ruang Perlindungan Bagi Pejabat Berkuasa

6 Juli 2026 - 13:34 WIT

Terperiksa Kasus Rp139 M, Zulkifli Bian Tetap Pimpin BKD Malut

5 Juli 2026 - 20:24 WIT

Trending di Daerah