Menu

Mode Gelap

Daerah · 17 Jun 2026 22:37 WIT ·

Di Balik Angka Pertumbuhan Ekonomi Maluku Utara: Infrastruktur dan SDM Jadi Kunci Pemerataan Manfaat Pembangunan


 Di Balik Angka Pertumbuhan Ekonomi Maluku Utara: Infrastruktur dan SDM Jadi Kunci Pemerataan Manfaat Pembangunan Perbesar

TERNATE, Serambitimur.id – Di tengah laju pertumbuhan ekonomi yang tercatat tinggi, Provinsi Maluku Utara masih menyimpan tantangan nyata yang bersentuhan langsung dengan kehidupan warga: akses layanan kesehatan yang belum merata, hambatan konektivitas antarpulau, serta kesiapan sumber daya manusia menyambut kebutuhan industri masa depan.

Hal ini ditegaskan Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, saat memberikan keterangan dalam wawancara di Jakarta. “Pembangunan daerah tidak cukup hanya diukur dari tingginya angka pertumbuhan ekonomi atau besarnya nilai investasi yang masuk. Keberhasilan sejati terlihat ketika hasilnya dapat dijangkau dan dirasakan seluruh lapisan masyarakat,” ujarnya.

Kekhawatiran ini berdasar kuat. Sebagai wilayah kepulauan, hambatan jarak dan perairan masih menjadi tantangan utama. Pemerintah Provinsi menargetkan pembangunan dan peningkatan kualitas sekitar 550 kilometer jalan provinsi hingga tahun 2030. Namun di tingkat kabupaten, masih tercatat sekitar 1.900 kilometer ruas jalan yang menanti penanganan dan penyelesaian. Bagi masyarakat kepulauan, jalan dan jembatan bukan sekadar struktur beton dan aspal — melainkan urat nadi penghubung antara isolasi dengan peluang ekonomi, serta jarak jauh dengan akses pelayanan dasar.

Salah satu bukti nyata upaya menjawab tantangan tersebut terlihat jelas di Pulau Obi, Kabupaten Halmahera Selatan: berdirinya Jembatan Akelamo yang menghubungkan Desa Kawasi dan Desa Soligi, dibangun oleh Harita Nickel. Jembatan ini mengubah total pola kehidupan warga di kedua sisi wilayah.

Madaisi La Siriali, Kepala Desa Soligi, menyampaikan perubahan yang dirasakan sangat mendalam. “Dulu warga harus selalu menunggu arus laut tenang dan cuaca bersahabat sebelum berani menyeberang. Kini akses darat aman, cepat, dan dapat diandalkan kapan saja. Dampaknya terasa langsung: layanan kesehatan dan pendidikan kini jauh lebih mudah dicapai tanpa hambatan alam,” ungkapnya.

Hal senada disampaikan Arifin Saroa, Kepala Desa Kawasi. Menurutnya, terbukanya akses darat memecah sekat antarwilayah sekaligus membuka pintu kerja sama ekonomi baru. “Mari kita atur dengan baik agar kita bisa sama-sama berdagang. Warga Soligi dan Kawasi kini tidak lagi terpisah; kita bisa bergerak dan bekerja sama karena jalan sudah terbuka lebar,” katanya.

Jika infrastruktur membuka jalan fisik, tantangan selanjutnya terletak pada memastikan masyarakat lokal siap melangkah masuk ke dalamnya. Di tengah pesatnya perkembangan industri pengolahan nikel, kebutuhan tenaga kerja terampil terus meningkat tajam — sementara sistem pendidikan masih berupaya mengejar standar kompetensi yang terus berubah.

Gubernur Sherly menilai masih ada kesenjangan nyata antara materi yang diajarkan di sekolah dengan keahlian yang dibutuhkan industri modern. “Kami menyadari adanya missing link atau hubungan terputus antara sistem pendidikan saat ini dengan keterampilan yang dibutuhkan industri masa depan. Oleh karena itu, penguatan pendidikan vokasi menjadi prioritas utama strategi persiapan SDM daerah,” tegasnya.

Di Pulau Obi, upaya menjembatani kesenjangan tersebut diwujudkan melalui Program Peningkatan Keahlian dan Keterampilan Pemuda (PELITA) yang dikembangkan Harita Nickel. Program ini dirancang khusus untuk membekali generasi muda dengan kompetensi tepat guna bagi industri nikel terintegrasi.

Hingga berjalan, PELITA telah mencatat hasil nyata: telah meluluskan 14 operator Wheel Loader, 28 operator Overhead Crane, serta 22 peserta pelatihan Bahasa Mandarin yang kini mengikuti tahap pemagangan. Pada awal tahun 2026, gelombang keempat kembali menyertakan 40 pemuda lokal yang mengikuti pelatihan operator Overhead Crane bersertifikasi. Tak hanya keterampilan teknis, sebanyak 22 pemuda asal Pulau Obi juga dinyatakan lulus pelatihan Bahasa Mandarin intensif selama enam bulan, dengan kompetensi setara HSK 3, menjawab kebutuhan komunikasi strategis di Kawasan Industri Obi.

Agung Aribowo, Wakil Kepala Departemen Dukungan Teknis Harita Nickel, menegaskan bahwa PELITA dibangun sebagai jembatan nyata antara potensi pemuda daerah dan standar industri. “Program ini merupakan wujud komitmen kami memperkuat kapasitas sumber daya manusia Maluku Utara. Melalui pelatihan terukur, kami ingin membuka ruang luas agar pemuda Obi memiliki keahlian relevan, bersertifikasi, dan bangga menjadi tuan rumah sejati di tanah kelahirannya sendiri,” ujarnya.

Ia menambahkan, pengembangan kompetensi tenaga kerja lokal menjadi syarat mutlak bagi keberhasilan hilirisasi industri yang semakin kompleks dan berstandar tinggi. “Industri pengolahan nikel memiliki persyaratan teknis dan keselamatan yang sangat ketat. Kami tidak hanya membangun pabrik atau fasilitas fisik, tetapi juga membangun manusia yang mampu mengelola dan mengembangkannya bersama-sama,” tambahnya.

Di Maluku Utara, pembangunan sejati tidak berhenti pada angka pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Infrastruktur membuka akses; namun sumber daya manusia yang terampillah yang akan membuka kesempatan. Keduanya berjalan beriringan agar setiap kemajuan pembangunan benar-benar merata sampai ke tangan masyarakat kepulauan yang paling jauh sekalipun.

Artikel ini telah dibaca 6 kali

badge-check

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Di Bela Hotel Ternate: Gubernur Sherly Tekankan Data Akurat Kunci Kebijakan, Ajak Masyarakat Dukung Sensus Ekonomi 2026  

20 Juni 2026 - 13:56 WIT

Kolaborasi NHM dan Warga Kao Berbuah Manis, Pembibitan Mangrove Capai 4.300 Bibit

18 Juni 2026 - 18:23 WIT

Dua Hari Penuh Semangat, Expo Spensa 2026 Sukses Digelar

18 Juni 2026 - 09:33 WIT

Kepung Kejagung, GPM Minta JAMPIDSUS Usut Dugaan Korupsi DPRD Malut

16 Juni 2026 - 22:51 WIT

Muhammad Sinen: Dugaan Aset Tak Dilapor Hanya Kabar Bohong

15 Juni 2026 - 13:07 WIT

Dari Rakyat, Untuk Rakyat: Jejak Pengabdian Muhammad Sinen yang Tak Pernah Berubah

15 Juni 2026 - 07:20 WIT

Trending di Ternate