TERNATE, SerambiTimur- Keluhan warga terkait distribusi minyak tanah di 300 pangkalan di Kota Ternate, mulai dari sistem penjualan, harga, hingga waktu penjualan, mendapat perhatian serius dari anggota DPRD Kota Ternate, Nurjaya Hi Ibrahim, dari Fraksi Partai Gerindra.
Dalam reses pada 12 Januari 2025, Nurjaya menemukan sejumlah masalah pada pangkalan-pangkalan minyak tanah. Merespons aspirasi masyarakat, ia segera berkoordinasi dengan Bagian Perekonomian Kota Ternate pada 14 Januari untuk menindaklanjuti temuan tersebut.
Menanggapi laporan itu, Kasubag BBM Bagian Perekonomian Setda Kota Ternate, Maimuna Katidja, langsung melakukan peninjauan ke sejumlah pangkalan bermasalah. Saat ditemui di salah satu pangkalan di Kelurahan Ubo-Ubo pada Senin (3/2/2025), Maimuna menyatakan akan memeriksa seluruh pangkalan minyak tanah di Ternate.
“Kami akan memastikan pangkalan mematuhi aturan, baik soal harga, waktu penjualan, maupun distribusi. BBM bersubsidi ini bukan untuk dijual bebas,”tegas Maimuna.
Ia juga berencana mengirim surat kepada pihak kelurahan untuk memastikan distribusi minyak tanah sesuai dengan daftar penerima di masing-masing RT agar tidak terjadi kekacauan.
Maimuna menambahkan, pihaknya tidak akan segan memberi sanksi tegas berupa pencabutan izin bagi pangkalan yang melanggar aturan. “Akan ada pembinaan untuk pangkalan yang bermasalah, tapi jika pelanggaran terus berulang, izinnya bisa dicabut,”ujarnya.
Langkah ini diharapkan mampu mengatasi keluhan warga dan memastikan distribusi minyak tanah bersubsidi berjalan tepat sasaran.














Tinggalkan Balasan