TERNATE, SerambiTimur — Kebanggaan menyelimuti Kota Ternate. Setelah penantian sekitar 11 tahun, putra daerah kembali menembus barisan Paskibraka Nasional.
Adalah Haikal Khadafi H. Laode, putra Kota Ternate yang dipercaya menjadi anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Nasional dan telah menuntaskan tugasnya pada upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Negara, 17 Agustus 2026.
Kepulangan Haikal disambut Pemerintah Kota Ternate bersama para anggota Paskibraka tingkat Provinsi yang juga berasal dari Kota Ternate, Senin (24/8/2026).
Bagi Pemkot Ternate, pencapaian Haikal bukan sekadar keberhasilan seorang pelajar. Prestasi tersebut menjadi penanda kembalinya Ternate ke panggung Paskibraka Nasional setelah lebih dari satu dekade.
Wali Kota Ternate, M. Tauhid Soleman, menyampaikan rasa syukur sekaligus kebanggaannya atas capaian tersebut.
“Ini sebuah kebanggaan sekaligus kegembiraan yang luar biasa bagi kita semua, karena tahun ini ada satu putra Kota Ternate yang berhasil bertugas di tingkat nasional,” ujar Tauhid.
Menurutnya, keberhasilan Haikal membuktikan bahwa putra-putri Ternate memiliki kemampuan untuk bersaing di tingkat nasional ketika mendapatkan kesempatan dan menjalani proses seleksi secara serius.
Tauhid juga memberikan apresiasi kepada seluruh anggota Paskibraka yang telah menjalankan tugasnya, baik di tingkat Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara, maupun nasional.
Penghargaan yang sama disampaikan kepada para pembina, pelatih, serta orang tua yang menjadi bagian penting dari proses pembentukan dan persiapan para anggota Paskibraka hingga mampu menuntaskan tugas dengan baik.
Seleksi Ketat, Tak Pandang Latar Belakang
Tauhid menegaskan, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari proses seleksi yang ketat dan objektif.
Menurutnya, kesempatan menjadi anggota Paskibraka terbuka bagi seluruh pemuda yang memenuhi persyaratan dan memiliki kemampuan terbaik, tanpa melihat latar belakang keluarga.
“Seleksi ini tidak memandang apakah seseorang itu anak pejabat, anak petani, atau anak nelayan. Siapa pun yang memiliki kemampuan dan kualitas terbaik, maka dialah yang berhak terpilih,” tegasnya.
Pernyataan itu sekaligus menjadi pesan bahwa prestasi di bidang kepemudaan harus dibangun melalui kemampuan, kedisiplinan, kerja keras, dan proses seleksi yang adil.
Haikal Jadi Inspirasi Generasi Muda Ternate
Pemkot Ternate berharap keberhasilan Haikal tidak berhenti sebagai sebuah kebanggaan sesaat.
Tauhid mendorong prestasi tersebut menjadi inspirasi bagi generasi muda Ternate lainnya untuk berani mengikuti proses seleksi Paskibraka pada tahun-tahun mendatang.
Ia berharap Ternate dapat menjaga keberlanjutan prestasi tersebut dengan terus mengirimkan putra-putri terbaiknya ke tingkat Provinsi Maluku Utara, sekaligus kembali menembus seleksi Paskibraka Nasional.
“Kita berharap ke depan Ternate secara terus-menerus tetap menyumbang kepesertaan Paskibraka di tingkat provinsi, bahkan kembali ke tingkat nasional,” harapnya.
Kepulangan Haikal pun menjadi lebih dari sekadar akhir sebuah tugas. Ia membawa pulang kebanggaan Ternate sekaligus membuka kembali harapan agar nama kota kepulauan itu terus berkibar di panggung nasional melalui prestasi generasi mudanya.
