Sofifi

Sherly: Jaga Persatuan, Jangan Terprovokasi Isu Referendum

Serambi Diterbitkan 20:37 WIT 2 menit membaca
Ukuran Teks:

SOFIFI, SerambiTimur — Di tengah mencuatnya isu referendum di sejumlah daerah, termasuk Maluku Utara, Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda menyerukan agar masyarakat tidak kehilangan arah. Ia meminta seluruh elemen masyarakat menjaga persatuan, keamanan, dan keharmonisan demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Pesan itu disampaikan Sherly seusai memimpin upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di halaman Kantor Gubernur Maluku Utara, Sofifi, Senin, 17 Agustus 2026.

Di hadapan awak media, Sherly menyampaikan harapannya agar momentum kemerdekaan membawa Indonesia menuju kehidupan yang semakin sejahtera.

“Semoga Indonesia semakin makmur, rakyatnya sejahtera, serta kondisi ekonomi dan keamanan senantiasa aman dan stabil di seluruh pelosok negeri.”

Isu Referendum dan Ujian Persatuan

Sherly kemudian menyinggung isu referendum yang belakangan mencuat. Menurut dia, perbedaan yang ada di tengah masyarakat tidak seharusnya menjadi alasan untuk merenggangkan persatuan.

Ia menegaskan, semangat menjaga persatuan tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.

Bagi Sherly, Indonesia sejak awal dibangun di atas fondasi Bhinneka Tunggal Ika—berbeda-beda, tetapi tetap satu.

“Kita bersatu di bawah ikatan Bhinneka Tunggal Ika. Berbeda agama, berbeda latar, namun kita tetap memiliki satu bahasa dan satu tanah air.”

Karena itu, masyarakat diminta tidak mudah terseret oleh berbagai isu yang berpotensi mengganggu stabilitas daerah maupun keutuhan Indonesia.

“Kita wajib menjaga keamanan dan keharmonisan sesama warga bangsa,” tegasnya.

Kemerdekaan Bukan Sekadar Seremoni

Bagi Sherly, peringatan HUT ke-81 RI seharusnya tidak berhenti pada upacara dan perayaan tahunan.

Momentum kemerdekaan justru menjadi kesempatan untuk kembali memperkokoh ikatan kebangsaan di tengah keberagaman yang dimiliki Indonesia.

Keberagaman, kata dia, semestinya dipandang sebagai kekayaan sekaligus kekuatan bangsa, bukan alasan untuk saling menjauh.

Dari Sofifi, pesan itu kembali ditegaskan: menjaga persatuan berarti menjaga keamanan, keharmonisan, dan masa depan bersama dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Tinggalkan komentar