Daerah

Demi Kedamaian Maluku Utara, Puluhan Senjata & Ribuan Amunisi Diserahkan ke TNI  

Serambi Timur Diterbitkan 10:48 WIT 2 menit membaca
Ukuran Teks:

TERNATE, Serambitimur.id — Kesadaran menjaga kedamaian terus tumbuh di Maluku Utara. Puluhan warga secara sukarela menyerahkan senjata api, amunisi, hingga bahan peledak yang selama ini tersimpan, kepada Kodam XV/Pattimura. Langkah ini menjadi bukti nyata keinginan masyarakat agar wilayah ini tetap aman dan jauh dari ancaman kekerasan.

Penyerahan dilakukan dalam konferensi pers yang digelar di Markas Komando Korem 152/Baabullah, Ternate, Jumat (2/10/2026). Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Dody Triwinarto menerima langsung barang-barang tersebut didampingi Danrem 152/Baabullah Brigjen TNI Enoh Solehudin serta jajaran pejabat utama.

75 Pucuk Senjata, Lebih dari 1.000 Butir Amunisi

Secara keseluruhan, warga menyerahkan 75 pucuk senjata api dan 1.069 butir amunisi beserta bahan peledak. Dari jumlah itu, 15 pucuk adalah senjata standar sementara 60 pucuk lainnya berupa senjata rakitan.

Senjata standar yang diserahkan beragam jenisnya: satu pucuk FNC, satu SMR, dua Bruno, dua Steyr, satu laras panjang double barrel, dua pistol FN, dua pistol VOC tahun 1771, tiga pistol revolver, hingga satu pucuk pistol pelontar gas air mata. Sementara senjata rakitan terdiri dari 41 laras panjang dan 19 pistol rakitan.

Selain itu, warga juga menyerahkan amunisi berbagai kaliber, 780 butir kaliber 5,56 mm, 134 butir kaliber sama, 154 butir amunisi campuran, serta satu butir granat tangan/lontar.

Sebagian Peninggalan Sejarah, Sebagian Masuk dari Luar Negeri

Mayjen TNI Dody Triwinarto menjelaskan asal-usul senjata yang diserahkan tersebut. Sebagian besar merupakan peninggalan konflik yang terjadi pada tahun 1999–2000. Sebagian lainnya adalah senjata milik keluarga yang masuk dari Filipina melalui jalur laut.

“Kami sampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada masyarakat yang telah sadar dan peduli terhadap keamanan dengan menyerahkan secara sukarela senjata, amunisi, maupun bahan peledak yang dimiliki,” ujar Dody.

Ia menegaskan keberadaan senjata ilegal tetap menjadi perhatian serius aparat keamanan. Posisi Maluku Utara yang berada di jalur perlintasan laut antara Filipina dan Indonesia membuat wilayah ini rentan terhadap penyelundupan senjata, terutama di kawasan Galela dan Tobelo, Kabupaten Halmahera Utara.

Imbauan: Serahkan Sebelum Terlambat

Karena itu, Pangdam mengimbau warga yang masih menyimpan senjata, amunisi, atau bahan peledak secara ilegal agar segera menyerahkannya kepada aparat keamanan. Penyerahan sukarela ini, katanya, adalah wujud partisipasi menjaga kedamaian bersama.

“Kami mengajak tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda, seluruh elemen bangsa, dan rekan-rekan media untuk bersama-sama menyadarkan masyarakat. Mari kita putus mata rantai peredaran senjata ilegal. Mari kita jaga Maluku Utara agar tetap aman, damai, dan kondusif,” pungkasnya.

Korem 152/Baabullah juga berkomitmen terus mendata dan menangani seluruh barang bukti yang diserahkan sesuai peraturan yang berlaku.

Tinggalkan komentar