TERNATE, SerambiTimur – Program subsidi tiket kapal laut yang dijanjikan oleh Pemerintah Provinsi Maluku Utara menuai keluhan dari masyarakat. Pasalnya, banyak calon penumpang mengaku kesulitan mendapatkan tiket tersebut karena kurangnya informasi mengenai prosedur pendaftaran dan lokasi pengambilan.
Pantauan di lokasi penjualan tiket di Mangga Dua, Ternate, pada Senin (17/3/2025), menunjukkan antrean panjang calon pemudik yang ingin kembali ke kampung halaman. Namun, sebagian besar penumpang mengeluhkan sulitnya mendapatkan tiket subsidi.
“Kami tidak tahu harus mendaftar di mana. Dinas Perhubungan juga tidak memberikan kejelasan terkait prosedur dan tempat pendaftaran,” ujar seorang calon penumpang.
Seorang petugas layanan tiket yang enggan disebutkan namanya menyebutkan bahwa calon penerima subsidi harus lebih dulu mendaftarkan diri, dan datanya akan dimasukkan oleh pihaknya atau Dinas Perhubungan Maluku Utara.
Namun, proses yang dianggap rumit membuat sebagian penumpang lebih memilih membeli tiket reguler. “Terlalu sulit mendapatkan subsidi ini. Lebih baik beli tiket biasa, lebih cepat dan tidak ribet,” ujar Lukman, salah satu penumpang tujuan Sanana.
Hal serupa juga disampaikan Rifai, penumpang lainnya. Menurutnya, banyak orang mengantre untuk membeli tiket kapal, sementara di sisi lain, mereka juga harus memastikan jadwal keberangkatan kapal tujuan Manado, Kupal, Sula, dan Taliabu.
“Di bulan Ramadan seperti ini, seharusnya masyarakat tidak dipersulit. Kami berharap ada informasi yang lebih jelas agar penumpang tahu prosedur yang harus diikuti,” tambahnya.
Hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi dari pihak berwenang terkait permasalahan tersebut. Masyarakat berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret agar perjalanan mudik mereka berjalan lancar tanpa hambatan.














Tinggalkan Balasan