TERNATE, SerambiTimur – Dugaan korupsi dalam proyek pembangunan Gedung Mina Asrama Haji Maluku Utara kembali mencuat ke permukaan. Massa aksi dari Front Mahasiswa Peduli Pembangunan (FMPP) Maluku Utara turun ke jalan, mendesak aparat penegak hukum segera memeriksa rekanan proyek yang diduga terlibat dalam kasus suap senilai Rp 700 juta.
Dalam aksi yang digelar di depan Kantor Kejaksaan Tinggi Maluku Utara, Senin (17/3), massa menduga rekanan proyek telah menyuap salah satu pejabat tinggi di Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku Utara demi memenangkan tender proyek tersebut.
Koordinator aksi, Ajis Abubakar, dalam orasinya menegaskan bahwa dugaan kasus ini sudah lama mencuat ke publik. Namun, hingga kini, aparat penegak hukum belum mengambil langkah konkret untuk menuntaskan perkara tersebut.
“Kami mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera menelusuri dugaan suap dalam proses tender pembangunan Gedung Mina Asrama Haji Ternate. Selain itu, kami juga meminta Polda dan Kejati Malut untuk mengusut tuntas kasus yang diduga melibatkan rekanan proyek dan mantan Kabid Pendis Kanwil Kemenag Maluku Utara,” seru Ajis dalam aksinya.
Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak terkait mengenai tuntutan yang disuarakan oleh massa aksi. Masyarakat pun menanti tindak lanjut dari aparat penegak hukum untuk mengungkap kebenaran kasus ini.















Tinggalkan Balasan