Sofifi

Temui Menkes, Muhammad Sinen Bawa Misi Perkuat Layanan Kesehatan Tidore

Serambi Diterbitkan 16:16 WIT 3 menit membaca
Ukuran Teks:

JAKARTA — Wali Kota Tidore Kepulauan, Muhammad Sinen, melakukan audiensi dengan Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin, di Kantor Kementerian Kesehatan RI, Jakarta, Rabu (5/8/2026). Pertemuan tersebut menjadi langkah strategis untuk memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat Tidore Kepulauan.

Audiensi itu turut dihadiri Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Kesehatan Kota Tidore Kepulauan, Direktur RSD Tidore, serta Wakil Direktur RSD Tidore.

Dalam pertemuan tersebut, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menekankan pentingnya perubahan paradigma pelayanan kesehatan, yakni mengedepankan upaya pencegahan penyakit dibanding hanya berfokus pada pengobatan.

“Saat ini sekitar 80 persen anggaran kita habis untuk merawat orang sakit. Tantangan terbesar ke depan adalah bagaimana kita mencegah agar masyarakat tidak mudah jatuh sakit,” ujar Budi.

Ia menjelaskan, pemerintah terus mendorong pemerataan akses layanan kesehatan. Salah satu targetnya adalah setiap Puskesmas melayani maksimal 25.000 penduduk dengan waktu tempuh dari wilayah terjauh tidak lebih dari dua jam.

Menurut Menkes, meski terdapat penyesuaian efisiensi anggaran, seluruh program prioritas peningkatan mutu layanan kesehatan tetap akan dilaksanakan sesuai rencana.

Untuk dua hingga tiga tahun ke depan, Kementerian Kesehatan telah menyiapkan berbagai program penguatan layanan kesehatan nasional. Program tersebut meliputi penyediaan peralatan medis di sekitar 10.000 Puskesmas di seluruh Indonesia, seperti alat pemeriksaan laboratorium darah dan urine, mesin ultrasonografi (USG), hingga peralatan pelayanan kesehatan gigi.

Selain itu, pemerintah juga akan menyalurkan bantuan operasional dan fasilitas pendukung bagi seluruh Puskesmas, serta melakukan renovasi terhadap 450 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di berbagai wilayah.

“Kami juga merencanakan penambahan insentif bagi dokter umum dan dokter gigi, menyusul pemberian insentif yang sebelumnya sudah diberikan kepada dokter spesialis,” kata Budi.

Menanggapi berbagai kebijakan tersebut, Wali Kota Muhammad Sinen menyampaikan optimisme bahwa berbagai persoalan pelayanan kesehatan yang selama ini dihadapi Kota Tidore Kepulauan akan memperoleh perhatian lebih besar dari pemerintah pusat.

Ia mengatakan, sejumlah kebutuhan daerah, termasuk peningkatan fasilitas pelayanan kesehatan serta kesejahteraan tenaga medis, telah disampaikan secara langsung kepada Menteri Kesehatan.

“Segala hal yang menjadi kendala kesehatan di daerah akan menjadi perhatian penuh Kementerian Kesehatan pada tahun mendatang. Termasuk soal tunjangan dan kesejahteraan tenaga medis yang disampaikan Bapak Menteri, itu sudah masuk dalam prioritas,” ujar Muhammad Sinen.

Ia juga mengapresiasi keterbukaan Kementerian Kesehatan dalam menerima aspirasi dari pemerintah daerah.

“Alhamdulillah kami dapat bertemu langsung dengan Bapak Menteri beserta jajaran pimpinan tinggi Kementerian Kesehatan. Berbagai hal yang kami sampaikan mendapat tanggapan yang sangat baik. Semoga ini menjadi awal yang positif untuk menghadirkan pelayanan kesehatan yang semakin berkualitas bagi masyarakat Tidore Kepulauan,” tuturnya.

Audiensi tersebut diharapkan menjadi pijakan penting dalam memperkuat pembangunan sektor kesehatan di Kota Tidore Kepulauan, mulai dari peningkatan infrastruktur pelayanan medis, penguatan fasilitas kesehatan, hingga peningkatan kesejahteraan tenaga kesehatan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh seluruh masyarakat.

Tinggalkan komentar