TERNATE, SerambiTimur– Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Maluku Utara, Ramli Kamaludin, menargetkan penyelesaian permasalahan aset dalam dua bulan ke depan. Temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait aset Dikbud telah menemukan titik terang, sehingga seluruh aset yang bermasalah dapat dituntaskan dalam waktu dekat.
“Kami sudah menemukan benang merahnya. Dengan langkah yang telah kami susun, kami optimistis dalam waktu dekat seluruh aset dapat diselesaikan,” ujar Ramli, Rabu (12/2/2025).
Ia menjelaskan bahwa penyelesaian temuan BPK dilakukan melalui tiga model kerja yang disebut KIP A, KIP B, dan KIP C, yang hingga kini progresnya telah mencapai 85 persen.
“Pada 6 Februari lalu, kami menggelar pertemuan dengan seluruh pihak sekolah, baik SMA, SMK, maupun SLB, untuk memitigasi permasalahan aset. Dari hasil pertemuan itu, kami langsung mengambil langkah investigasi. Alhamdulillah, hampir seluruh aset yang menjadi temuan sudah terdata,” jelasnya.
Menurutnya, aset tanah telah terdata hampir 85 persen, sementara aset gedung dan bangunan masih dalam proses identifikasi, di targetkan dua hingga tiga bulan kedepan suda terdata minimal 80-90 persen. Ia optimistis seluruh aset dapat terselesaikan dalam waktu dekat.
Sebagai informasi, dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK tahun 2023 Nomor 11.A/LHP/XIX.TER/5/2024 tertanggal 27 Mei 2024, disebutkan bahwa pencatatan aset tetap tanah pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku Utara belum memadai.














Tinggalkan Balasan