Menu

Mode Gelap

Daerah · 20 Okt 2025 15:41 WIT ·

Rp3 Miliar untuk Spit Kecil? Akademisi Unkhair Bongkar Keganjilan di Balik Ambulans Laut Ternate


 Muamil Sunan Perbesar

Muamil Sunan

TERNATE, SerambiTimur — Harapan besar yang menyertai peluncuran Ambulans Laut Kota Ternate kini berubah menjadi tanda tanya besar. Di tengah sorak gembira atas hadirnya kapal medis yang dijanjikan pemerintah untuk melayani masyarakat kepulauan, muncul suara sumbang dari kampus Universitas Khairun.

Muamil Sunan, seorang akademisi kritis dari Unkhair, tak menahan kekesalannya. Ia menilai pengadaan ambulans laut senilai Rp3 miliar itu tidak masuk akal. “Dengan anggaran sebesar itu, kita hanya dapat spit kecil dengan tiga mesin Suzuki 200 PK? Ini jelas tidak sebanding!” katanya dengan nada tegas.

Muamil menilai proyek yang digadang-gadang sebagai bukti pemerataan layanan kesehatan itu justru memperlihatkan lemahnya perencanaan dan minimnya transparansi. Ia menegaskan bahwa nilai proyek semestinya mencerminkan spesifikasi dan manfaat publik yang nyata, bukan sekadar pemenuhan program politik.

“Publik berhak tahu apakah kapal ini benar-benar sepadan dengan dana yang dihabiskan. Kalau tidak, berarti ada sesuatu yang tidak beres,” ujarnya.

Bagi Muamil, masalahnya bukan hanya pada harga, tapi pada prinsip tata kelola pemerintahan yang bersih. Ia mendesak DPRD untuk tidak diam dan segera membentuk panitia khusus (pansus) atau tim investigasi independen guna menelusuri dugaan penyimpangan dalam pengadaan tersebut.

“DPRD jangan hanya mengesahkan anggaran, tapi juga harus mengawasi. Kalau ada indikasi mark-up, KPK dan kejaksaan wajib turun,” tegasnya.

Ia juga memperingatkan bahwa proyek ini bisa menjadi “bom waktu” jika tidak dikelola dengan matang. Masalah bahan bakar, perawatan kapal, hingga distribusi pasien antar-pulau bisa menimbulkan beban baru bagi keuangan daerah.

“Kapal ini bisa jadi hanya pajangan mahal kalau Pemkot tidak menyiapkan sistem pendukungnya,” kata Muamil.

Bagi masyarakat kepulauan, Ambulans Laut seharusnya menjadi simbol harapan baru — tapi bagi para pengamat, ini bisa menjadi potret lama soal kebijakan yang berjalan tanpa perencanaan matang. Di balik warna putih kapal yang berlabuh di Pelabuhan Residen Ternate, muncul pertanyaan yang menggema: apakah Rp3 miliar benar-benar terpakai untuk rakyat, atau tenggelam bersama ombak transparansi yang belum jernih?

Artikel ini telah dibaca 29 kali

badge-check

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

FORMAPAS Malut Desak Gubernur Copot Kepala BAPPENDA

12 Mei 2026 - 18:06 WIT

Pulangnya “Barifola”: Permintaan Terakhir Sang Ibu Kini Terwujud, H. Burhan Abdurahman Beristirahat di Tanah Kelahiran

12 Mei 2026 - 17:11 WIT

Tinju dan Ambisi Ternate: Misi 10 Emas Nasri Abubakar di Porprov Malut

12 Mei 2026 - 13:51 WIT

Kapolres Ternate Pimpin Sertijab Kasat Samapta dan Kapolsek Ternate Utara

11 Mei 2026 - 18:18 WIT

2 WNA 1 WNI Tewas Saat Erupsi Gunung Dukono Halmahera Utara

9 Mei 2026 - 10:31 WIT

Kapolres Halsel Tegaskan Komitmen Tindak Tambang Ilegal di Kubung dan Kusubibi

8 Mei 2026 - 19:37 WIT

Trending di Daerah