MOROTAI, SermabiTimur – Kontingen Kota Tidore Kepulauan (Tikep) kembali menorehkan prestasi membanggakan pada ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) XII Provinsi Maluku Utara 2026. Setelah melalui persaingan ketat dengan kontingen dari berbagai kabupaten/kota, Tikep berhasil memastikan diri sebagai juara umum cabang olahraga atletik.
Penetapan juara umum diumumkan pada upacara penutupan sekaligus penyerahan medali yang berlangsung di Lapangan Sepak Bola Desa Dehegila, Kecamatan Morotai Selatan, Kabupaten Pulau Morotai, Jumat (10/7/2026).
Berdasarkan klasemen akhir perolehan medali, Kota Tidore Kepulauan mengumpulkan total 13 medali, terdiri atas 6 emas, 2 perak, dan 5 perunggu. Raihan tersebut mengantarkan Tikep berada di puncak klasemen sekaligus menjadi kontingen terbaik pada cabang atletik.
Posisi kedua ditempati Kota Ternate dengan koleksi 7 medali, yakni 4 emas, 1 perak, dan 2 perunggu. Sementara peringkat ketiga diraih Kabupaten Halmahera Utara yang mengoleksi 2 emas, 4 perak, dan 1 perunggu.
Sebagai tuan rumah, Kabupaten Pulau Morotai finis di peringkat keempat dengan raihan 2 medali emas dan 3 perak. Kabupaten Halmahera Selatan berada di posisi kelima dengan 2 emas, 2 perak, dan 2 perunggu, disusul Kabupaten Kepulauan Sula di peringkat keenam dengan 1 emas, 2 perak, dan 4 perunggu.
Kabupaten Halmahera Tengah menempati posisi ketujuh setelah meraih 1 emas, 2 perak, dan 1 perunggu. Kabupaten Halmahera Timur berada di urutan kedelapan dengan koleksi 2 perak dan 1 perunggu, sedangkan Kabupaten Halmahera Barat berada di peringkat kesembilan dengan raihan 2 medali perunggu. Adapun Kabupaten Pulau Taliabu belum berhasil menyumbangkan medali pada cabang atletik.
Selama penyelenggaraan cabang atletik POPDA XII, sebanyak 54 medali diperebutkan, terdiri dari 18 medali emas, 18 perak, dan 18 perunggu.
Ketua Pelaksana Cabang Olahraga Atletik, Sukur Lila, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan pertandingan, mulai dari pemerintah daerah, panitia, perangkat pertandingan, hingga para atlet.
“POPDA bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi juga menjadi wadah pembinaan atlet usia pelajar untuk melahirkan bibit-bibit unggul yang kelak mampu mengharumkan nama Maluku Utara di tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya.
Ia berharap para atlet yang berhasil meraih prestasi pada POPDA XII dapat terus mendapatkan pembinaan secara berkelanjutan sehingga mampu menjadi andalan daerah pada berbagai kejuaraan di masa mendatang.














Tinggalkan Balasan