Menu

Mode Gelap

Daerah · 2 Nov 2025 23:28 WIT ·

PSMP Desak Kejati Tuntaskan Dugaan Korupsi DPRD Malut: Abubakar Abdullah dan Komplotan Harus Diperiksa


 PSMP Desak Kejati Tuntaskan Dugaan Korupsi DPRD Malut: Abubakar Abdullah dan Komplotan Harus Diperiksa Perbesar

TERNATE, SerambiTimur — Gelombang tekanan terhadap Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku Utara terus menguat. Setelah serangkaian pemeriksaan terhadap sejumlah pejabat DPRD Malut, kini giliran Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Pemuda Solidaritas Merah Putih (PSMP) Maluku Utara yang angkat suara. Mereka menuding adanya upaya pembiaran terhadap dugaan korupsi tunjangan dan anggaran operasional DPRD yang nilainya mencapai puluhan miliar rupiah.

Ketua DPD PSMP Malut, Mudasir Ishak, dalam pernyataannya, Sabtu (1/11/2025), menegaskan bahwa Sekwan DPRD Malut Abubakar Abdullah, bersama Kabag Keuangan Erva Pramukawati dan Bendahara Rusmala Abdurahman, diduga menjadi aktor sentral dalam pengelolaan anggaran DPRD yang tidak transparan dan berpotensi merugikan keuangan daerah.

“Kejati jangan cuci tangan! Tangkap dan penjarakan semua yang terlibat tanpa terkecuali. Ini bukan isu, ini fakta sistematis perampokan uang rakyat,” tegas Mudasir dengan nada tinggi.

Menurut PSMP, anggaran operasional dan rumah tangga DPRD yang mencapai Rp13,632 miliar, ditambah tunjangan transportasi Rp16,2 miliar per tahun, menjadi bukti nyata terjadinya pemborosan dan indikasi kuat penyimpangan penggunaan APBD.

Mudasir menilai, Kejati Malut di bawah pimpinan baru harus berani membuktikan komitmen terhadap pemberantasan korupsi, bukan justru melindungi para pelaku.

“Jika Kejati terbukti bermain mata atau melindungi para koruptor, kami siap melaporkan langsung ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK),” ujarnya.

PSMP juga menyatakan siap menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran di Ternate sebagai bentuk tekanan publik agar penyelidikan kasus ini tidak mandek. Mereka menegaskan bahwa publik menanti langkah nyata Kejati Malut dalam mengusut kasus dugaan korupsi DPRD hingga ke akar-akarnya.

“Kami tidak akan pernah berhenti melawan korupsi. Ini tentang masa depan Maluku Utara. Para koruptor harus dihukum seberat-beratnya,” tutup Mudasir.

hingga berita ini tayang, Abubakar Abdullah enggan merespon pesan Watshapp sebagai bentuk konfimasi.

Artikel ini telah dibaca 26 kali

badge-check

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pemkot Ternate Launching BSPS 2026, Warga Kastela Mulai Terima Bantuan Rumah Layak Huni

20 Mei 2026 - 16:23 WIT

Pemda se-Malut Sinkronkan Program Daerah dengan Asta Cita Presiden

20 Mei 2026 - 16:20 WIT

Sekda Ternate Dorong BP2RD Genjot PAD Lewat Digitalisasi

20 Mei 2026 - 09:44 WIT

Kasus Tunjangan DPRD Malut Rp139 Miliar Mandek, Kini Muncul Anggaran Perjalanan Dinas Rp46,3 Miliar

19 Mei 2026 - 15:04 WIT

TEGAS! Suarez Tolak Pembubaran dan Pelarangan Pemutaran Film “Pesta Babi”: “Ini Riset, Edukasi, dan Hak Masyarakat”

18 Mei 2026 - 16:04 WIT

Nonton Bareng Film “Pesta Babi” di Ternate, Akademisi dan Praktisi Hukum Soroti Ancaman Eksploitasi Alam dan Hak Masyarakat Adat

18 Mei 2026 - 16:02 WIT

Trending di Ternate