Menu

Mode Gelap

Daerah · 2 Nov 2025 13:42 WIT ·

JAS-MERAH Tantang Kajati Baru Usut 3 Kasus Besar di Ternate: Dari Haornas 2018 hingga Skandal BPRS Bahari Berkesan


 JAS-MERAH Tantang Kajati Baru Usut 3 Kasus Besar di Ternate: Dari Haornas 2018 hingga Skandal BPRS Bahari Berkesan Perbesar

JAKARTA, SetambiTimur — Koordinator Pusat Jaringan Aksi Solidaritas Membela Rakyat (JAS-MERAH) yang juga Ketua Umum Pengurus Besar Forum Mahasiswa Maluku Utara Jabodetabek (PB-FORMMALUT), M. Reza A. Syadik, menantang Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Maluku Utara yang baru, Sufari, S.H., M.H., untuk membuktikan komitmennya dalam penegakan hukum dengan menjadikan tiga kasus besar di Kota Ternate sebagai prioritas utama.

Tiga kasus tersebut adalah:

  1. Skandal Haornas 2018,
  2. Dugaan korupsi penyertaan modal investasi pada BUMD PT BPRS Bahari Berkesan yang menyeret nama Wali Kota Ternate, M. Tauhid Soleman, dan
  3. Kasus pembelian eks rumah dinas Gubernur Maluku Utara oleh Pemerintah Kota Ternate senilai Rp2,8 miliar pada tahun 2018 yang diduga melibatkan Rizal Marsaoly.

Reza menilai, selama ini Kejati Maluku Utara terlalu pasif dalam menangani kasus-kasus korupsi yang melibatkan pejabat publik, sehingga kepercayaan masyarakat terhadap lembaga penegak hukum itu terus menurun.

“Kini saatnya Kepala Kejati yang baru membuktikan komitmen penegakan hukum yang bersih. Semua kasus lama harus dibuka kembali, termasuk perkara yang pernah di-SP3 seperti kasus Halsel Ekspres di Halmahera Selatan,” tegas Reza dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Sabtu (2/11/2025).

Ia juga mengungkapkan bahwa dugaan penyalahgunaan dana penyertaan modal Pemkot Ternate di PT BPRS Bahari Berkesan mencapai Rp22,85 miliar, dengan potensi kerugian negara sekitar Rp7 miliar.

Lebih lanjut, Reza menegaskan pihaknya tengah mempersiapkan aksi nasional di Jakarta untuk mendesak penuntasan kasus-kasus korupsi yang mengendap di Maluku Utara.

“Kami akan konsolidasi nasional dan siap menggelar demonstrasi menduduki KPK dan Kejagung RI pada Hari Pahlawan, 10 November mendatang, sebagai bentuk dukungan kepada kedua lembaga itu untuk mengusut tuntas semua kasus korupsi di Malut,” tandasnya.

Menurut Reza, masyarakat menaruh harapan besar kepada Kajati baru, Sufari, agar dapat menegakkan hukum secara independen dan berani membuka kasus tanpa pandang bulu.

“Platform kami jelas: bersih-bersih kasus di sepuluh kabupaten/kota. Kami di Jakarta siap mendukung dan mengawal proses hukum ini,” pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 102 kali

badge-check

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Format Surat Mundur Disiapkan BKD, Ada Apa di Balik Nonaktifnya Pejabat Malut?

7 Juli 2026 - 16:05 WIT

Mukhtar Adam: Bayar Utang DBH, Krisis Gaji PPPK Bisa Teratasi

7 Juli 2026 - 16:01 WIT

Skandal Tunjangan Belum Tuntas: Kejati Didesak Tak Beri Ruang Perlindungan Bagi Pejabat Berkuasa

6 Juli 2026 - 13:34 WIT

Terperiksa Kasus Rp139 M, Zulkifli Bian Tetap Pimpin BKD Malut

5 Juli 2026 - 20:24 WIT

GPM Desak KPK Periksa Raja Juli, Minta Kasus Suap Kuansing Diusut hingga Akar

5 Juli 2026 - 20:20 WIT

Polres Ternate Musnahkan 15.771 Botol Miras Ilegal dan 5,6 Kg Ganja

1 Juli 2026 - 20:13 WIT

Trending di Hukum & Kriminal