TERNATE, SerambiTimur – Upaya menjaga kebersihan laut di Kota Ternate terhambat setelah satu dari tiga unit longboat pengangkut sampah milik Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) rusak berat akibat dihantam ombak besar pada November–Desember 2024 lalu.
Akibatnya, dua armada tersisa harus bekerja ekstra untuk mencakup tiga zona pembersihan laut. Petugas pun mengaku kewalahan.
“Dua unit armada lainnya harus beroperasi penuh untuk menutupi kekurangan. Kami bahkan harus bergantian menggunakan satu armada yang tersisa,” kata Sofyan Ahmad (28), petugas sampah laut di zona Ternate Tengah, Senin (16/9/2025).
Ia meminta pemerintah segera mengganti armada baru agar semua zona pembersihan bisa kembali beroperasi normal. Selain itu, petugas juga berharap adanya kenaikan upah dari Rp750 ribu menjadi Rp1 juta per bulan, serta tambahan peralatan seperti mantel hujan, sarung tangan, dan jaring sampah yang lebih kuat.
Kerusakan armada ini dikhawatirkan dapat mengganggu program prioritas Wali Kota dan Wakil Wali Kota Ternate dalam penanganan sampah laut dan pesisir.














Tinggalkan Balasan