Sofifi

Sherly Kawal Revitalisasi Sekolah dari Lapangan, SMAN 5 Tidore Jadi Titik Awal Pendidikan Bermutu

Serambi Diterbitkan 18:28 WIT 2 menit membaca
Ukuran Teks:

SOFIFI, SerambiTimur — Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos memilih memastikan sendiri proses revitalisasi sekolah berjalan sesuai rencana. Kamis (6/8), ia mendatangi SMA Negeri 5 Tidore Kepulauan untuk meninjau langsung pelaksanaan program yang menjadi bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Prabowo Subianto.

Kunjungan itu bukan sekadar inspeksi proyek pembangunan. Bagi Pemerintah Provinsi Maluku Utara, revitalisasi sekolah menjadi salah satu langkah strategis untuk menghadirkan lingkungan belajar yang lebih layak sekaligus mempercepat peningkatan mutu pendidikan di daerah.

Sherly didampingi jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta Kepala SMAN 5 Tidore Kepulauan. Peninjauan difokuskan pada kesiapan pelaksanaan revitalisasi agar tetap sejalan dengan arahan pemerintah pusat dan mampu memberikan manfaat nyata bagi peserta didik.

Menurut Sherly, kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan oleh proses belajar mengajar, tetapi juga ditopang oleh lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan memadai. Karena itu, ia meminta seluruh pekerjaan revitalisasi diselesaikan tepat waktu sehingga para siswa dapat segera memanfaatkan fasilitas yang lebih baik.

Program revitalisasi tersebut merupakan bagian dari upaya mewujudkan visi Pendidikan Bermutu untuk Semua, dengan memastikan setiap anak memperoleh hak yang sama untuk belajar di lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan mendukung pengembangan potensi mereka.

Data Pemerintah Provinsi Maluku Utara menunjukkan, pada APBD Tahun Anggaran 2026, sebanyak 68 sekolah direvitalisasi dengan total anggaran sekitar Rp53 miliar. Sementara melalui APBN Tahun 2025, pemerintah mengalokasikan anggaran sekitar Rp92 miliar untuk merevitalisasi 75 sekolah di Maluku Utara.

Sejumlah proyek menjadi prioritas dalam program tersebut, di antaranya pembangunan Auditorium SMAN 5 Tidore Kepulauan senilai Rp3,7 miliar, gedung kelas SMAN 2 Ternate Rp3 miliar, gedung kelas SMKN 1 Pulau Taliabu Rp2,2 miliar, Auditorium SMAN 2 Halmahera Timur Rp2,1 miliar, gedung kelas SMAN 1 Halmahera Tengah Rp1,8 miliar, gedung kelas tiga ruang SMAN 8 Ternate Rp1,7 miliar, serta pembangunan gedung kelas SMAN 10 Ternate.

Pemerintah berharap peningkatan sarana dan prasarana tersebut tidak hanya menciptakan ruang belajar yang lebih representatif, tetapi juga memperkuat pemerataan akses pendidikan bermutu hingga ke wilayah-wilayah yang selama ini masih menghadapi keterbatasan fasilitas.

Dalam kunjungannya, Sherly juga menyempatkan diri menyapa para siswa dan berkeliling melihat langsung kondisi sekolah yang akan direvitalisasi. Ia berharap pembangunan fasilitas pendidikan itu mampu menumbuhkan semangat belajar sekaligus memberikan rasa nyaman bagi para pelajar dalam menempuh pendidikan.

Melalui program revitalisasi sekolah yang terus diperluas, Pemerintah Provinsi Maluku Utara menegaskan komitmennya menghadirkan layanan pendidikan yang aman, layak, dan berkualitas bagi seluruh masyarakat hingga ke berbagai pelosok daerah.

Tinggalkan komentar