Ternate

Sherly: Ekonomi Malut Tak Boleh Hanya Tumbuh, UMKM Harus Ikut Menikmati

Serambi Diterbitkan 21:52 WIT 3 menit membaca
Ukuran Teks:

TERBATE, SerambiTimur- Pemerintah Provinsi Maluku Utara menegaskan bahwa tingginya pertumbuhan ekonomi daerah harus mampu menghadirkan manfaat nyata bagi pengusaha lokal dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), bukan sekadar tercermin dalam angka statistik.

Komitmen tersebut disampaikan Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, saat menghadiri pelantikan Dewan Pengurus Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Provinsi Maluku Utara periode 2026–2031 yang dikukuhkan langsung oleh Ketua Umum KADIN Indonesia, Anindya N. Bakrie, di Ternate, Sabtu (25/7/2026).

Pada kesempatan itu, Muksin Thalib resmi dilantik sebagai Ketua Umum KADIN Maluku Utara menggantikan Adam Marsaoly. Gubernur Sherly menegaskan, sinergi antara pemerintah dan KADIN menjadi faktor penting dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas, inklusif, dan dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.

Sherly mencontohkan pengalaman saat mendampingi rombongan pengusaha nasional meninjau kawasan industri Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) di Kabupaten Halmahera Tengah. Menurutnya, Maluku Utara kini menjadi salah satu pusat investasi terbesar di Indonesia dengan nilai investasi mencapai puluhan miliar dolar Amerika Serikat.

Namun, di balik besarnya investasi tersebut, masih terdapat pekerjaan rumah yang harus diselesaikan.

“Maluku Utara merupakan salah satu basis investasi terbesar di Indonesia. Tantangan kita sekarang adalah memastikan manfaat ekonomi dari investasi itu benar-benar mengalir hingga ke pengusaha dan UMKM lokal,” ujar Sherly.

Berdasarkan data, pertumbuhan ekonomi Maluku Utara pada triwulan I tahun 2026 mencapai 19,6 persen, jauh melampaui rata-rata nasional yang berada di angka 5,6 persen. Meski demikian, Sherly mengingatkan bahwa tingginya pertumbuhan tersebut belum sepenuhnya dirasakan oleh pelaku usaha daerah.

“Pertumbuhan ekonomi kita sangat tinggi, tetapi belum sepenuhnya inklusif. Karena itu, tugas pemerintah bersama KADIN adalah mengubah angka pertumbuhan tersebut menjadi peluang nyata bagi pengusaha lokal, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, sekaligus memperluas penyerapan hasil pertanian dan perikanan daerah,” tegasnya.

Ia juga menyoroti besarnya peluang ekonomi yang lahir dari perkembangan kawasan industri, khususnya di Halmahera Tengah. Lonjakan jumlah penduduk dari sekitar 30 ribu menjadi hampir 100 ribu jiwa telah meningkatkan kebutuhan terhadap pangan, perumahan, hingga sektor logistik.

Menurut Sherly, kondisi tersebut seharusnya menjadi peluang besar bagi pengusaha lokal untuk menguasai rantai pasok.

“Saat ini sekitar 95 persen kebutuhan ritel masih dipasok dari luar daerah. Ini merupakan tantangan sekaligus peluang emas yang harus dimanfaatkan pelaku usaha Maluku Utara,” katanya.

Karena itu, Sherly berharap KADIN Maluku Utara tidak hanya menjadi organisasi pengusaha, tetapi juga hadir memberikan solusi konkret melalui kemudahan akses pembiayaan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta pendampingan UMKM agar mampu bersaing dan menjadi bagian dari rantai pasok industri.

Sementara itu, Ketua Umum KADIN Indonesia, Anindya N. Bakrie, mengapresiasi visi pembangunan yang diusung Gubernur Sherly. Menurutnya, kepemimpinan yang memahami dunia usaha menjadi modal penting dalam mempercepat investasi di daerah.

“Memimpin daerah layaknya seorang CEO merupakan setengah dari keberhasilan dalam menarik investasi,” ujar Anindya.

Hal senada disampaikan Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia, James Riady, yang mengungkapkan ketertarikannya mengembangkan investasi di Maluku Utara, terutama pada sektor perumahan rakyat, kesehatan, dan pendidikan.

Di sisi lain, Ketua Umum KADIN Maluku Utara yang baru dilantik, Muksin Thalib, menegaskan komitmennya menjadikan KADIN sebagai mitra strategis pemerintah daerah.

“Kami siap menjadi lokomotif ekonomi daerah, menyatukan seluruh elemen pengusaha, serta mendukung penuh program Pemerintah Provinsi Maluku Utara menuju Malut Bangkit dan Sejahtera,” ujarnya.

Berdasarkan Surat Keputusan KADIN Indonesia, Gubernur Sherly Tjoanda ditetapkan sebagai Ketua Dewan Penasehat, Adam Marsaoly sebagai Ketua Dewan Pertimbangan, Muksin Thalib sebagai Ketua Umum, dan Said Banyo sebagai Wakil Ketua Umum Koordinator.

Pelantikan tersebut ditutup dengan komitmen bersama untuk mempercepat realisasi investasi, memperluas keterlibatan UMKM dalam rantai pasok industri, serta mendorong pembangunan di sektor pendidikan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Tinggalkan komentar