TERNATE, SerambiTimur — Penataan Pasar Higenis di Kelurahan Gamalama, Ternate Tengah, dikeluhkan pengunjung dan pedagang. Mereka menilai pelayanan publik di pasar tersebut amburadul, mulai dari parkiran yang memakan bahu jalan hingga drainase dan fasilitas umum yang buruk.
Jali (34), salah satu pengunjung, mengaku tidak nyaman berbelanja karena saluran air di area penjualan ikan sangat kecil sehingga menyebabkan air tergenang dan mengotori lantai.
“Yang paling tidak nyaman itu di tempat jual ikan. Air gampang tergenang karena salurannya kecil,” ujarnya, Minggu (15/6).
Ia juga menyayangkan kondisi jalan rusak di sekitar pasar dan parkiran kendaraan yang mengambil bahu jalan sehingga menyebabkan kemacetan, terutama saat akhir pekan.
“Seharusnya bahu jalan tidak digunakan untuk parkir, karena mengganggu lalu lintas,” tambahnya.
Selain itu, pelayanan toilet umum juga dikeluhkan. Jali menyebut tidak jelas siapa pengelola toilet, sehingga menimbulkan kecurigaan soal penggunaan uang retribusi.
“Ini kan toilet umum, tapi tidak jelas siapa yang kelola. Harusnya uang yang kita bayar masuk ke kas daerah, bukan ke pribadi,” kata dia.
Senada, Nila (40), pengunjung lainnya, menyoroti kemacetan di sekitar pasar yang kerap terjadi akibat penggunaan area parkir dalam pasar sebagai tempat berjualan.
“Kalau bisa, parkir ditertibkan. Jangan sampai fungsi pasar, parkir, dan jalan saling tumpang tindih,” katanya.
Keluhan juga datang dari pedagang. Mira (35), salah satu pedagang di dalam pasar, menilai banyak pedagang liar yang berjualan sembarangan dan merugikan pedagang resmi.
“Yang resmi bayar iuran, tapi penghasilan kami kecil karena pembeli lebih suka yang di luar,” keluhnya.
Ia berharap Pemerintah Kota Ternate segera menata ulang pasar agar semua pedagang ditempatkan sesuai zona, misalnya pedagang barito, sayur, atau buah.
Menanggapi hal ini, Wakil Wali Kota Ternate Nasri Abubakar menegaskan komitmen untuk menertibkan pasar. Ia memastikan akan melakukan pembersihan area publik, termasuk trotoar dan taman.
“Semua akan dikembalikan ke fungsinya masing-masing. Tidak ada lagi pedagang di terminal atau trotoar,” tegas Nasri saat diwawancarai usai sidak ke Disperindag Ternate belum lama ini.















Tinggalkan Balasan