Menu

Mode Gelap

Daerah · 8 Jun 2026 21:45 WIT ·

Kades Tahane Tegaskan Jalan Panaburu Dibangun Tanpa APBD, Murni Kekuatan Masyarakat dan Swasta


 Kades Tahane Tegaskan Jalan Panaburu Dibangun Tanpa APBD, Murni Kekuatan Masyarakat dan Swasta Perbesar

HALUT, SerambiTimur – Komitmen masyarakat Kecamatan Malifut untuk memperbaiki Jalan Usaha Tani Panaburu semakin nyata. Kepala Desa Tahane, Rafid U Basyarun, menegaskan bahwa pembangunan jalan tersebut tetap berjalan meski tanpa bantuan anggaran dari pemerintah daerah maupun pemerintah provinsi.

Pernyataan itu disampaikan Rafid sebagai jawaban atas berbagai sorotan publik terkait kondisi Jalan Panaburu yang selama puluhan tahun belum mendapat penanganan memadai, meskipun berulang kali masuk dalam pembahasan dan usulan pembangunan.

Menurut Rafid, masyarakat sudah terlalu lama menunggu realisasi yang tak kunjung datang. Karena itu, warga bersama pemerintah desa memilih mengambil langkah nyata dengan mengandalkan kemampuan sendiri.

“Saya katakan dengan tegas, tanpa adanya bantuan dari pemerintah pun, Jalan Panaburu ini tetap bisa dan akan dibangun. Kami membuktikannya dengan kekuatan sendiri,” tegas Rafid.

Ia menjelaskan, seluruh tahapan pekerjaan yang sedang berlangsung hingga rencana pengecoran ke depan tidak menggunakan dana yang bersumber dari APBD Kabupaten Halmahera Utara maupun APBD Provinsi Maluku Utara.

Mulai dari proses pembersihan lahan, pematangan badan jalan hingga pekerjaan lanjutan, seluruh pembiayaan berasal dari swadaya masyarakat yang secara sukarela menyisihkan sebagian penghasilannya. Selain itu, pekerjaan tersebut juga mendapat dukungan dari sejumlah pihak swasta yang turut berpartisipasi membantu.

“Perlu diketahui oleh semua pihak, pekerjaan Jalan Panaburu ini mulai dari pembersihan hingga pengecoran nantinya bukan menggunakan dana pemerintah. Seluruh biaya yang dikeluarkan murni bersumber dari swadaya masyarakat ditambah dukungan pihak swasta,” jelasnya.

Pembangunan jalan tersebut menjadi simbol kemandirian masyarakat setelah bertahun-tahun menanti perhatian pemerintah. Sebelumnya, warga mengeluhkan kondisi jalan yang rusak parah dan berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi serta distribusi hasil pertanian.

Kini, perubahan mulai terlihat di lapangan. Jalan yang selama ini menjadi akses utama para petani perlahan semakin baik dan dapat dilalui dengan lebih mudah.

Rafid berharap apa yang dilakukan masyarakat Tahane dan sekitarnya dapat menjadi contoh bahwa kebersamaan dan gotong royong masih menjadi kekuatan besar dalam menyelesaikan persoalan di tengah masyarakat.

“Ini bukti bahwa ketika masyarakat bersatu dan memiliki kepedulian yang sama, banyak hal bisa diwujudkan. Kami ingin Jalan Panaburu menjadi bukti nyata kerja bersama untuk kepentingan masyarakat,” pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 14 kali

badge-check

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dugaan Jual Beli Ijazah IAI As-Siddig Didemo, GPM-FPAKI Desak Kejati Bertindak

13 Juli 2026 - 11:48 WIT

Tidore Juara Umum Atletik POPDA XII Maluku Utara

10 Juli 2026 - 09:54 WIT

GPM Desak Gubernur Sherly Copot Pejabat Terindikasi Korupsi, Soroti Kasus Tunjangan DPRD hingga Jejak Perkara AGK

8 Juli 2026 - 21:12 WIT

Sinergi Pemerintah dan Pemangku Kepentingan Wujudkan MBG yang Berkualitas di Tidore

8 Juli 2026 - 16:33 WIT

Skandal Tunjangan Belum Tuntas: Kejati Didesak Tak Beri Ruang Perlindungan Bagi Pejabat Berkuasa

6 Juli 2026 - 13:34 WIT

Terperiksa Kasus Rp139 M, Zulkifli Bian Tetap Pimpin BKD Malut

5 Juli 2026 - 20:24 WIT

Trending di Daerah