HALSEL, SerambiTimur- Infrastruktur jalan di Kayoa Utara kembali menuai sorotan. Warga menilai kerusakan jalan yang sudah lama dibiarkan telah menutup akses vital ekonomi, pendidikan, hingga kesehatan.
Jalan provinsi yang menghubungkan Desa Gayap ke Desa Larombati serta ruas Kayoa Utara menuju Kayoa Guruapin rusak parah. Jalan berlubang, becek, dan rawan kecelakaan menjadi pemandangan sehari-hari.
“Kami sudah sangat menderita. Hasil kebun susah dijual, anak-anak sekolah terlambat, bahkan pasien harus menanggung risiko di jalan,” ungkap Fadli Hasan, pemuda Larombati yang juga mantan tim pemenangan Sherly-Sarbin di wilayah itu.
Fadli berharap Gubernur Malut Sherly Tjoanda turun langsung ke lapangan. “Kami percaya Ibu Sherly peduli, karena pembangunan jalan bukan hanya soal aspal, tapi soal masa depan anak cucu kami,” ujarnya.
Masyarakat menegaskan, perbaikan jalan merupakan kebutuhan mendesak untuk mengakhiri keterisolasian pulau, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.














Tinggalkan Balasan