Sofifi, SerambiTimur– Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Maluku Utara menargetkan percepatan pelaporan dokumen pengelolaan Dana Alokasi Khusus (DAK) bidang pendidikan tahun 2024. Langkah ini diambil untuk memastikan kelancaran program pendidikan di provinsi tersebut.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dikbud Maluku Utara, Damruddin, menyatakan komitmennya untuk menyelesaikan berbagai tugas yang telah diamanatkan sejak ia dilantik. Salah satu prioritasnya adalah pengelolaan DAK senilai Rp179 miliar yang akan dialokasikan untuk 61 paket pengembangan di sekolah negeri, swasta, dan Sekolah Luar Biasa (SLB) di wilayah Maluku Utara.
“DAK 2024 akan diprioritaskan untuk Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dan SLB,” ujar Damruddin, Sabtu (13/7/2024).
Sebagai bagian dari upaya tersebut, Damruddin berencana turun langsung ke lapangan untuk memastikan kebutuhan sekolah yang mendesak dapat diutamakan. Ia juga menegaskan bahwa semua dokumen pendukung harus rampung sebelum batas akhir pelaporan pada 21 Juli 2024.
“Kami pastikan dokumen pendukung selesai tepat waktu agar DAK pendidikan dapat diterima sesuai jadwal,” tegasnya.
Selain itu, Damruddin mengungkapkan bahwa tunggakan gaji Aparatur Sipil Negara (ASN) dan guru di lingkungan Dikbud Maluku Utara menjadi perhatian khusus. Menurutnya, seluruh tunggakan sudah dalam proses penyelesaian dan ditargetkan selesai pada 15 Juli 2024.
“Kemarin semua permintaan terkait tunggakan sudah diurus, dan kami pastikan bisa selesai sesuai target,” pungkas Damruddin.
Langkah percepatan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi peningkatan mutu pendidikan di Maluku Utara, sekaligus menjawab kebutuhan tenaga pendidik yang telah lama menunggu kepastian hak mereka.
