Menu

Mode Gelap

Ekonomi · 13 Jul 2024 03:19 WIT ·

NHM Tegas Bantah Tuduhan Pencemaran Perairan Tobelo, Kao, dan Malifut


 NHM Tegas Bantah Tuduhan Pencemaran Perairan Tobelo, Kao, dan Malifut Perbesar

Gosowong, 13 Juli 2024 – Menanggapi pemberitaan terkait dugaan pencemaran perairan Tobelo, Kao, dan Malifut yang disebut-sebut akibat merkuri dari produksi PT Nusa Halmahera Minerals (NHM), pihak manajemen NHM menegaskan bahwa tuduhan tersebut tidak benar. NHM, yang berkomitmen terhadap praktik tambang yang bertanggung jawab dan berkelanjutan, memastikan bahwa semua proses produksi mematuhi standar lingkungan yang ketat dan peraturan yang berlaku.

“Informasi yang menyebut NHM mencemari perairan karena penggunaan merkuri itu tidak benar. Sejak awal berdiri, NHM menggunakan sianida dalam proses produksi. Sianida merupakan bahan kimia yang penggunaannya paling disarankan dalam proses pengolahan emas, tentunya lebih aman bagi para pekerja tambang serta dipastikan lebih ramah lingkungan,” ujar Wakil Direktur Operasi/Kepala Teknik Tambang NHM, Rara Dodo Lawolo.

Manajemen NHM juga menegaskan selalu melakukan pemantauan kualitas air dari hulu hingga hilir sungai, baik harian maupun bulanan. “Tidak hanya kualitas air, kami bahkan memantau biota-biota air yang ada di sungai maupun laut. Pemantauan yang dilakukan telah sesuai regulasi pemerintah yang berlaku, yaitu Peraturan Pemerintah (PP) 22 tahun 2021 tentang Penyelenggaraan dan Perlindungan Lingkungan Hidup,” terang Superintendent Environment NHM, Rosmini Djufry.

“NHM telah memiliki alat spring yang terhubung langsung dengan server Kementerian Lingkungan Hidup, sehingga terpantau oleh Pemerintah setiap jam. Kami juga membuat laporan setiap tiga bulan kepada Pemerintah Pusat, Provinsi, maupun Daerah dan seluruh laporan kami pasti melalui proses validasi oleh Pemerintah Daerah dan Provinsi,” tambah Rosmini.

“Kami juga bekerja sama dengan laboratorium eksternal yang terakreditasi dalam pengujian kualitas air, baik permukaan maupun air tanah. Jadi, informasi mengenai pencemaran air akibat penggunaan merkuri oleh NHM sangatlah tidak benar,” pungkasnya.

Sebagai perusahaan tambang yang berdiri di Halmahera Utara, NHM memastikan selalu taat dan patuh terhadap seluruh peraturan pemerintah untuk menjaga Halmahera Utara tetap hijau dan asri. Saat ini, manajemen bersama seluruh karyawan NHM dengan sangat serius melakukan berbagai inisiatif dan kampanye untuk meraih Proper Hijau, yakni sertifikasi yang dihasilkan berdasarkan evaluasi kinerja tanggung jawab perusahaan dalam mengelola lingkungan hidup.

Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Menanti Identitas Korban Dukono

12 Mei 2026 - 08:48 WIT

NHM Bergabung dalam Operasi SAR Dukono, Tim Gabungan Berhasil Temukan Semua Korban

11 Mei 2026 - 14:54 WIT

Di Tengah Erupsi Dukono, Evakuasi Dua Korban Penuh Resiko

10 Mei 2026 - 18:34 WIT

Pendakian di Tengah Status Waspada: Tragedi Dukono dan Pertanyaan tentang Kelalaian

9 Mei 2026 - 07:39 WIT

NHM Peduli Bangun Fasilitas Air Bersih di Dusun Kobok, 21 Rumah Kini Nikmati Akses Langsung

7 Mei 2026 - 13:32 WIT

NHM Bangun Rumah Layak untuk Lansia di Kao, Dukung Program Pengentasan RTLH

23 April 2026 - 13:28 WIT

Trending di Daerah