HALUT, SerambiTimur- Kekhawatiran warga Desa Tahane, Kabupaten Halmahera Utara, yang selama ini hidup di pinggir aliran kali akhirnya terjawab. Pembangunan bronjong penahan tebing di desa tersebut telah rampung 100 persen dan kini menjadi pelindung utama dari ancaman banjir dan longsor saat musim hujan.
Bronjong tersebut terbangun berkat kolaborasi antara PT Indotan NHM, Pemerintah Desa Tahane, serta partisipasi aktif masyarakat melalui kerja swadaya dan semangat gotong royong.

Kepala Desa Tahane, Rafid U Basyarun, didampingi Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) serta Pimpinan SP NHM, Irwan Malaka, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas dukungan yang diberikan.
“Atas nama seluruh masyarakat Desa Tahane dan BPD, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Haji Robert selaku Presiden Direktur PT Indotan NHM,” ujar Rafid.
Menurutnya, bantuan material yang diberikan perusahaan telah dimanfaatkan secara maksimal oleh warga untuk membangun bronjong yang kokoh dan bermanfaat jangka panjang.
Setiap tahapan pembangunan, kata Rafid, dikerjakan secara swadaya oleh masyarakat, sehingga bronjong tersebut tidak hanya menjadi infrastruktur fisik, tetapi juga simbol kebersamaan warga desa.
Sementara itu, Pimpinan SP NHM, Irwan Malaka, mengungkapkan bahwa sebelum bronjong dibangun, warga yang bermukim di sepanjang kali kerap diliputi kecemasan setiap musim hujan tiba.
“Dulu, setiap hujan deras, masyarakat pinggir kali selalu gelisah. Banyak yang tidak bisa tidur nyenyak karena takut banjir dan longsor,” ungkap Irwan.
Kini, dengan selesainya pembangunan bronjong, rasa aman mulai dirasakan warga. Struktur bronjong yang berdiri kokoh menjadi benteng perlindungan bagi rumah-rumah dan aktivitas masyarakat Desa Tahane.
Pemerintah desa dan seluruh pemangku kepentingan berharap sinergi seperti ini terus terjalin, demi menghadirkan pembangunan yang benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.















Tinggalkan Balasan