Sofifi, SerambiTimur — Pemerintah Provinsi Maluku Utara melalui Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) telah mencairkan pembayaran jasa tenaga guru honorer daerah (Honda) dan tenaga kependidikan untuk bulan Mei 2025. Total anggaran yang disalurkan mencapai Rp1,7 miliar.
Kepala BPKAD Maluku Utara, Ahmad Purbaya, menjelaskan bahwa pencairan dilakukan setelah pengajuan resmi dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) dinyatakan lengkap secara administrasi.
“Pengajuan dari OPD teknis, dalam hal ini Dikbud, jika sudah lengkap, maka kami proses segera. Alhamdulillah, untuk gaji guru honorer daerah sudah tersalur,” kata Purbaya, Rabu (4/6/2025).
Ia menegaskan bahwa pembayaran hak pegawai, termasuk guru honorer, menjadi perhatian khusus Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos. Oleh karena itu, BPKAD mendorong percepatan administrasi melalui sinergi antarorganisasi perangkat daerah.
“Atas arahan Gubernur, kami menerapkan prinsip kehati-hatian, terutama terkait hak pegawai seperti Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP). Jika semua dokumen sudah lengkap dan valid, kami segera cairkan,” ujarnya.
Purbaya juga berharap agar seluruh ASN di lingkungan Pemprov Malut terus meningkatkan kinerja demi mendukung program-program prioritas gubernur dan wakil gubernur yang berfokus pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.














Tinggalkan Balasan