Menu

Mode Gelap

Daerah · 8 Jun 2026 21:39 WIT ·

Kecewa Janji Tak Kunjung Terpenuhi, Petani Malifut Rogoh Kantong Sendiri Perbaiki Jalan Panaburu


 Kecewa Janji Tak Kunjung Terpenuhi, Petani Malifut Rogoh Kantong Sendiri Perbaiki Jalan Panaburu Perbesar

HALUT, SerambiTimur- Kisah perjuangan masyarakat Kecamatan Malifut dalam memperbaiki Jalan Usaha Tani Panaburu menjadi potret nyata bagaimana rakyat memilih bergerak sendiri ketika harapan terhadap pembangunan tak kunjung terjawab.

Selama puluhan tahun, jalan yang menjadi jalur utama distribusi hasil pertanian warga itu berada dalam kondisi memprihatinkan. Kerusakan yang terjadi tidak hanya menghambat mobilitas masyarakat, tetapi juga berdampak langsung terhadap perekonomian para petani.

Meski berbagai aspirasi telah disampaikan kepada pemerintah dan wakil rakyat, masyarakat mengaku belum pernah merasakan hasil nyata dari janji pembangunan yang berulang kali disampaikan.

Antho, salah satu warga sekaligus petani di kawasan Panaburu, mengungkapkan kekecewaannya terhadap lambannya perhatian pemerintah terhadap kebutuhan masyarakat di wilayah tersebut.

“Di mana Pemerintah Daerah dan Pemerintah Provinsi? Di mana para anggota DPR yang selama ini mengatakan akan memperjuangkan kepentingan rakyat?” katanya.

Ia menilai pembangunan jalan selalu menjadi bahan janji yang diulang setiap tahun, terutama menjelang agenda politik maupun pembahasan anggaran. Namun setelah itu, masyarakat kembali harus menghadapi kenyataan yang sama.

Menurut Antho, buruknya kondisi jalan menyebabkan proses pengangkutan hasil pertanian menjadi sulit dan mahal. Bahkan tidak sedikit hasil panen yang mengalami penurunan nilai jual akibat keterlambatan distribusi.

“Kami sudah terlalu lama menunggu. Hasil kebun kami sering mengalami kerugian karena akses jalan yang rusak. Suara masyarakat seperti tidak pernah dianggap,” ujarnya.

Merasa tidak lagi memiliki pilihan lain, masyarakat kemudian berinisiatif mengumpulkan dana secara swadaya. Dengan kemampuan yang terbatas, mereka menyewa alat berat dan bekerja bersama memperbaiki jalan yang selama ini menjadi penopang aktivitas ekonomi warga.

Langkah tersebut kini mulai menunjukkan hasil. Akses Jalan Panaburu yang sebelumnya sulit dilalui perlahan menjadi lebih baik dan dapat digunakan dengan lebih lancar.

Namun di balik keberhasilan itu, tersimpan pesan kuat kepada para pemangku kepentingan. Masyarakat berharap pembangunan infrastruktur dasar tidak lagi bergantung pada pengorbanan rakyat semata, melainkan menjadi perhatian serius pemerintah.

“Kalau kami tidak bergerak sendiri, mungkin jalan ini akan tetap seperti dulu. Kami hanya berharap para pemimpin dan wakil rakyat benar-benar hadir untuk rakyat, bukan hanya saat meminta dukungan, tetapi juga ketika masyarakat membutuhkan bantuan,” tutup Antho.

Artikel ini telah dibaca 14 kali

badge-check

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Anggaran Tiket dan Hotel Sekda Tidore Capai Rp 8,6 Miliar: Pemborosan Mengerikan di Tengah Keterbatasan Daerah

10 Juni 2026 - 03:00 WIT

NHM Tanam 40 Pohon Buah, Serukan Aksi Iklim di Gosowong

9 Juni 2026 - 10:02 WIT

Kades Tahane Tegaskan Jalan Panaburu Dibangun Tanpa APBD, Murni Kekuatan Masyarakat dan Swasta

8 Juni 2026 - 21:45 WIT

NHM Raih Penghargaan Lingkungan dari Pemkab Halut

6 Juni 2026 - 08:46 WIT

Ternate Cetak Rekor WTP Selama 12 Tahun

4 Juni 2026 - 21:14 WIT

Diskriminasi Ala Gubernur Sherly Tjoanda: Empat Pejabat Dinonaktifkan Tanpa Kejelasan, Sementara yang Terlibat Kasus Korupsi Tetap Berkuasa

4 Juni 2026 - 19:49 WIT

Trending di Daerah