Menu

Mode Gelap

Daerah · 17 Des 2025 20:57 WIT ·

Meski Ekonomi Melonjak, Forum Kada Malut Bahas Kemiskinan dan Pendidikan


 Meski Ekonomi Melonjak, Forum Kada Malut Bahas Kemiskinan dan Pendidikan Perbesar

TERNATE, SerambiTimur – Lonjakan pertumbuhan ekonomi Maluku Utara tidak serta-merta menutup berbagai tantangan pembangunan yang masih dihadapi daerah. Hal ini menjadi fokus utama dalam Forum Kepala Daerah (Kada) se-Maluku Utara yang digelar di Hotel Bela, Ternate, Selasa (17/12/2025).

Forum yang diselenggarakan Bappeda Provinsi Maluku Utara tersebut dipandu oleh Kepala Bappeda Sarmin S. Adam, dan dihadiri oleh para bupati dan wali kota se-Maluku Utara, baik secara luring maupun daring.

Gubernur Maluku Utara Sherly Laos dalam pemaparannya menyebutkan bahwa pertumbuhan ekonomi provinsi pada kuartal III 2025 mencapai 39,1 persen, melampaui target RPJMD. Sejumlah kabupaten bahkan mencatat pertumbuhan antara 50 hingga 70 persen, dengan Halmahera Tengah mendapat apresiasi nasional karena mampu menekan angka kemiskinan hingga satu digit.

Namun, Sherly menegaskan bahwa indikator makro tersebut harus diiringi dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat. Saat ini, tingkat kemiskinan Maluku Utara masih berada di 5,8 persen, pengangguran terbuka 4,5 persen, dan IPM di angka 72.

“Kita harus memastikan pertumbuhan ekonomi ini berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Sektor pendidikan menjadi salah satu fokus pembahasan. Pemerintah provinsi telah mengalokasikan Rp31 miliar BOSDA untuk membebaskan uang komite SMA, sekaligus membuka ruang pengaduan bagi masyarakat jika masih ada pungutan.

Sherly juga mengungkapkan bahwa pemerintah menerima Rp92 miliar dana revitalisasi sekolah pada 2025, serta 72 sekolah telah disetujui menerima bantuan pusat pada 2026. Tantangan masih dihadapi di wilayah kepulauan, terutama sekolah dengan jumlah siswa sedikit dan ketergantungan pada guru honorer.

Selain pendidikan, ketepatan data kemiskinan menjadi isu krusial. Realisasi beasiswa provinsi belum optimal karena banyak warga miskin belum masuk dalam basis data resmi. Pemerintah daerah pun sepakat melakukan pemadanan data Dukcapil dan BPS sebagai pijakan kebijakan 2026.

Forum Kada ini menjadi ajang konsolidasi lintas pemerintahan untuk menyelaraskan program pembangunan, dengan berbagai usulan disampaikan kepala daerah terkait infrastruktur jalan, jembatan, layanan kesehatan, hingga bantuan sosial.

Artikel ini telah dibaca 31 kali

badge-check

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

GPM Kepung Kantor Antam, Desak Dirut Dicopot dan Anak Perusahaan di Haltim Dibekukan

30 Juni 2026 - 21:58 WIT

Aksi Jilid III di Kemenag RI, FAKI dan GPM Ultimatum Menteri Agama Copot Kakanwil Kemenag Maluku Utara

30 Juni 2026 - 21:55 WIT

Pemkot Ternate Matangkan RKPD 2027, Empat OPD Jadi Prioritas Pembenahan Kota dan Peningkatan PAD

29 Juni 2026 - 21:25 WIT

Mantan Bupati Pulau Taliabu Ditahan, Korupsi Proyek ISDA Rugikan Negara Rp8 Miliar

26 Juni 2026 - 21:41 WIT

GPM Desak Kejagung dan KPK Usut Dugaan Korupsi Proyek Smelter Antam di Haltim

26 Juni 2026 - 12:52 WIT

Demo di Kemenag dan KPK, FAKI RI Desak Copot Kakanwil Kemenag Malut

26 Juni 2026 - 08:38 WIT

Trending di Daerah