SOFIFI, AerambiTimur – Gubernur Maluku Utara, Sherly Laos, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mempercepat digitalisasi pendidikan dan peningkatan sarana prasarana sekolah di seluruh wilayah provinsi. Tahun 2025, Pemprov Malut menyiapkan anggaran Rp10 miliar untuk pengadaan laptop, PC, serta menargetkan pengadaan Smart TV di seluruh sekolah hingga akhir tahun.
“Dengan Smart TV dan internet, guru di Ternate atau Jawa bisa mengajar anak-anak di Makian, Loloda, atau Taliabu. Semua akan belajar hal yang sama. Ini bukan mimpi, hanya soal waktu dan persiapan,” kata Sherly saat membuka Rapat Evaluasi Satuan Pendidikan di Hotel Bela Ternate, Senin (15/9/2025) malam.
Selain itu, Pemprov Malut juga mengalokasikan anggaran pemasangan jaringan internet di wilayah black spot agar sekolah-sekolah di pulau terpencil dapat terhubung.
Tidak hanya fokus pada digitalisasi, renovasi sekolah juga digenjot. Tahun ini, 61 sekolah diperbaiki melalui APBD dan 54 sekolah dari APBN, sehingga total 115 sekolah direnovasi.
Sherly menegaskan, semua capaian itu berawal dari kejujuran dalam pengisian Data Pokok Pendidikan (Dapodik). “Kalau sekolah rusak, tulis rusak. Jangan bilang bagus kalau kenyataannya jelek. Karena data jujur, tahun ini kita dapat 54 titik renovasi dari pusat,” tegasnya.
Saat ini, sekitar 300 sekolah pelaksana layanan (PL) di Malut masih butuh perhatian. Ia pun meminta kepala sekolah dan operator segera memperbaiki data agar bantuan bisa lebih maksimal.
Di sisi lain, Pemprov Malut juga menjalankan program tes kesehatan gratis bagi siswa. Baru sebulan berjalan, program ini sudah mencatat 50 persen sekolah ikut serta, dengan 34 persen siswa diperiksa kesehatannya.
“Kita perbaiki sekolahnya, kita siapkan teknologinya, dan kita jaga kesehatan siswanya. Semua ini untuk memastikan 71 ribu siswa Malut mendapatkan hak belajar terbaik,” pungkas Sherly.














Tinggalkan Balasan