SOFIFI, SerambiTimur- Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, menegaskan bahwa setiap rupiah dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) tahun 2025 wajib memberi manfaat nyata bagi kesejahteraan rakyat.
Pernyataan itu disampaikan Sherly dalam rapat paripurna DPRD Malut, Senin (25/8/2025). Ia menekankan bahwa APBD-P harus disesuaikan dengan realitas fiskal dan dinamika ekonomi.
“Melalui APBD-P ini, arah pembangunan Maluku Utara harus sejalan dengan visi RPJMD 2025-2029,” ujarnya.
Dalam pemaparan, Sherly menyebut sejumlah program strategis yang masuk dalam APBD-P, di antaranya pembangunan Jalan Trans Halmahera untuk menghubungkan Haltim, Halteng, dan Sofifi. Proyek ini diyakini bakal mempercepat arus transportasi, investasi logistik, dan pertumbuhan ekonomi ibu kota provinsi.
Selain itu, Pemprov juga merancang pembangunan 3.000 rumah bagi ASN di Sofifi. Pemerintah menyiapkan lahan 40–50 hektare dengan skema rumah subsidi dari Kementerian Perumahan. “Setiap ASN bisa memiliki rumah dengan cicilan Rp 1 juta per bulan. Ini untuk memperkuat Sofifi sebagai pusat pemerintahan yang layak huni,” jelas Sherly.
Sherly juga menyinggung persiapan Malut sebagai tuan rumah Pra-Popnas 2026, dengan rencana perluasan lahan fasilitas olahraga.
“APBD-P adalah uang rakyat, maka harus kembali kepada rakyat. Total pendapatan dirancang Rp 3,5 triliun dengan belanja Rp 3,49 triliun. Semua diarahkan untuk kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.














Tinggalkan Balasan